Sudin KUMKP Jakbar Tak Tahu Adanya Kasus Pungli Rp 5 Juta di PKL Jalan Puri Kencana

Agar jadi pedagang yang resmi, Kelurahan dan Kecamatan harus mengusulkan agar dijadikan pedagang loksem.

Sudin KUMKP Jakbar Tak Tahu Adanya Kasus Pungli Rp 5 Juta di PKL Jalan Puri Kencana
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Puluhan pedagang kaki lima atau PKL di bibir Jalan Puri Kencana, Kembangan, Jakarta Barat, bukan binaan Suku Dinas KUMKMP Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Panji Baskhara Ramadhan

Warta Kota, Kembangan -- Kepala Seksi (Kasie) Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Kota Jakarta Barat, Djarot Sarafuddin, menuturkan pihaknya tidak mengetahui jika puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Puri Kencana, Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, membayar pungutan liar (pungli) sebesar Rp 5 Juta.

Diketahui, Sugianto yang selaku pedagang mie ayam di Jalan Puri Kencana, sempat merogoh kocek sebesar Rp 5 Juta, ke seseorang oknum kelurahan setempat.

"Persoalan ada pungutan dan sebagiannya itu, kita UKM tak tahu. Makanya, mengantisipasi hal-hal atau isu yang akan timbul kembali lagi, maka saya usulkan jikalau lokasi ini segera di buka nomer rekening. Agar, segera diusulkan sebagian pedagang binaan dan dapat lokasi binaan atau pengajuan loksem," ungkapnya, Senin (4/12/2018).

Agar jadi pedagang yang resmi, Kelurahan dan Kecamatan harus mengusulkan agar dijadikan pedagang loksem.

"Harus ada usulan resmi dari Lurah dan Camat dulu. Karena, kalau orang mau masuk loksem, baik loksem lama atau baru harus ada usulan dari lurah dan camatnya. Harus di proses dulu di tingkat kota. Apakah nanti loksemnya bakal direvisi jumlah pedagangnya, atau dibentukkan loksem baru," katanya. (BAS).

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved