Bekasi Tunda Pemberlakuan Tarif Trans Patriot, Ini Penyebabnya

PENETAPAN tarif Bus TransPatriot milik Pemerintah Kota Bekasi batal dilakukan pada Senin (3/12/2018) pagi.

Bekasi Tunda Pemberlakuan Tarif Trans Patriot, Ini Penyebabnya
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Bus TransPatriot Kota Bekasi masih sepi penumpang. 

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pemerintah berencana meminta aparatur sipil negara (ASN) menggunakan moda transportasi ini untuk menuju kantornya. Namun, saat ini tidak bisa dilakukan, mengingat Kota Bekasi baru memiliki sembilan Bus TransPatriot ukuran tiga per empat.

"Kalau sekarang enggak akan bisa, nanti malah penuh dan masyarakat tidak bisa menggunakan fasilitas ini. Mungkin nanti ke depan bila bus sudah bertambah, akan kita terapkan," papar Rahmat Effendi.

Mau Bikin Kartu Identitas Anak? Ini Syarat dan Langkah-langkahnya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menambahkan, kapasitas satu armada memiliki 41 penumpang. Untuk penyandang disabilitas pihaknya juga menyediakan ruang kursi khusus untuk dua orang di setiap armada.

Menurut dia, tahap pertama bus akan dioperasikan untuk dua trayek, yakni Terminal Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, sampai Harapan Indah, Kecamatan Medansatria dengan panjang lintasan 14,7 kilometer. Sedangkan rute kedua untuk arah sebaliknya, yakni Harapan Indah ke Terminal Bekasi, sepanjang 9,6 kilometer.

Panjang lintasannya berbeda, karena rute Terminal Bekasi-Harapan Indah lebih melambung dengan melintasi Jalan Ahmad Yani, Jalan Chairil Anwar, dan Jalan Cut Meutia. Sedangkan rute Harapan Indah-Terminal Bekasi berada pada garis lurus melintasi Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, dan Jalan Djuanda.

Dua Pengurus PSSI Ini Beda Keterangan Soal Luis Milla Sudah Teken Perpanjangan Kontrak Latih Timnas

"Untuk headway (selisih waktu kedatangan bus) sekitar 5-10 menit antar halte," ucapnya.

Pemerintah sengaja menyasar kedua tempat itu dengan pertimbangan tingginya aksesabilitas masyarakat di sana.

"Di sana juga ada tiga stasiun yang dilintasi, yakni Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur di Jalan Ir H Djuanda, serta Stasiun Kranji di Jalan Jenderal Sudirman," terang Yayan.

Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Dirinya Bukan Cebong Meski Jadi Lawyer Jokowi-Maruf Amin

Yayan mengatakan, transportasi ini difokuskan menjadi angkutan pengumpan atau penghubung dengan angkutan umum yang lain. Dia mencontohkan, angkutan ini akan terintegrasi dengan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta api ringan (light rail transit/LRT).

"Sistem seperti ini yang bakal memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kemudahan transportasi," cetusnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved