Aksi 212

Reuni 212 Disabotase, Beredar Suara Palsu Anies Imbau Jemaah Bawa Identitas Masuk Monas

Jelang peringatan Tabligh Akbar Reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, beredar suara palsu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Twitter @putrabanten80
Beredar suara palsu Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menjelang peringatan Tabligh Akbar Reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat pada hari ini, Minggu (2/12/2018). 

Palmerah, Warta Kota -- Jelang peringatan Tabligh Akbar Reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat pada hari ini, Minggu (2/12/2018) beredar suara palsu Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Rekaman suara palsu Anies seperti yang diposting oleh Dewo lewat akun @putrabanten80; pada Minggu (2/12/2018) dini hari.

"Video yg berisi suara (palsu) Anies Baswedan mengenai himbauan pada acara #Reuni212 .Video tersebut hoax yg dibuat oleh oknum yg tdk bertanggung jawab. Viralkan Broo...agar teman2 yg ada di Monas tidak was2 walaupun tidak bawa ID," tulis Dewo.

Dalam rekaman suara yang diklaim sebagai suara Anies tersebut, disebutkan jika jemaah yang hendak menghadiri peringatan Tabligh Akbar Reuni 212 harus membawa identitas diri.

Identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa.

Suara palsu Anies itu menyebut apabila peserta peringatan Tabligh Akbar Reuni 212 tidak membawa identitas diri, aparat keamanan yang menjaga kawasan Monas akan melarang mereka masuk.

Berikut rekaman suara palsu Anies yang beredar di media sosial hingga whatsapp grup:

'Nanti malem, Monas itu dijaga dan setiap pengunjung wajib punya KTP atau ID pelajar atau Kartu Mahasiswa. Jadi tolong sampaikan ke teman-teman dekat yang memang akan ikut aksi, yang akan berangkat hari ini, pastikan mereka membawa ID, KTP, SIM atau ID lainnya. Karena nanti tanpa ID, nggak akan bisa masuk wilayah lokasi aksi, sterilkan nanti, semua akses pintu masuk itu aksesnya sudah dijaga aparat'

Dalam postingan tersebut, terdapat klarifikasi dari Anies tentang suara palsu yang mengatasnamakan dirinya. Anies secara tegas menyebutkan jika suara tersebut adalah hoax yang bukan merupakan suara miliknya.

Dirinya bahkan meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya. Selain itu membandingkan dengan suaranya dalam rekaman serupa.

"Mas Anies ada suara beredar yang menyatakan masuk Monas harus pakai KTP, itu benar suara mas Anies," tanya seorang pria kepada Anies.

"Pertama, masuk Monas tidak pernah mengharuskan ada KTP, itu selama ini juga begitu. Yang kedua itu bukan suara saya, jadi bandingkan saja dengan suara ini, ini suara asli saya," ungkap Anies. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved