Aksi 212

Peserta Reuni 212 Tetap Turun di Stasiun Gondangdia Meski Kondisi Padat

Namun, dari dalam kereta sejumlah peserta aksi tetap ingin turun di Stasiun Gondadia meskipun berisiko harus padat-padatan.

Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepadatan penumpang di Stasiun Gondangdia, Minggu (2/11). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

GAMBIR, WARTA KOTA -- Peserta aksi 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat terus berdatangan.

Mereka kebanyakan turun di Stasiun Gondangdia untuk melanjutkan berjalan kaki ke Monas.

Hal tersebut membuat Stasiun Gondangdia mengalami kepadatan. Dalam suara pengumuman informasi dalam kereta petugas mengumumkan kondisi Stasiun Gondangdia sedang ramai dan padat.

Sehingga dihimbau agar penumpang yang ingin menuju ke Monas untuk turun di stasiun sebelum dan sesudah Gondangdia, yakni Cikini, Juanda maupun Sawah Besar.

Namun, dari dalam kereta sejumlah peserta aksi tetap ingin turun di Stasiun Gondadia meskipun berisiko harus padat-padatan.

'Ah maunya tetap turun di Gondangdia. Engga mau turun di stasiun lain, apalagi di Juanda nanti malah diarahkan ke acara Maulid di Istiqlal," kata salah satu peserta, Minggu (2/12/2018).

Seraya celutukan itu di-'iyakan' peserta Reuni 212 lainnya.

'Iya benar nanti malah kita disuruh gabung ke Istiqlal. Kita satu komando, acara kita di Monas," ucap perempuan berhijab putih, peserta Reuni 212.

Dalam obrloannya, peserta Reuni 212 mengaku khawatir turunnya di Stasiun Juanda diklaim sebagai peserta acara di Masjir Istiqlal tersebut.

"Saya engga maulah, nanti mereka ngaku-ngaku foto acaranya ramai. Padahal itu yang ramai peserta yang numpang lewat Masjid Istiqlal untuk ke Monas," katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya tablig akbar Reuni 212 yang digelar di Kawasan Monas berbarengan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal.

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, mengimbau agar para peserta Tabligh Akbar Reuni 212 tetap berkonsentrasi di dalam area Monumen Nasional.

"Acara di Istiqlal akan dihadiri Joko Widodo. Kami enggak mau massa salah tempat. Jokowi beda dengan kami," ungkap Novel. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved