Bersebelahan dengan Pujasera, Para PKL Manfaatkan Lahan Fasos-Fasum di Jalan Puri Kencana

Sejumlah PKL memanfaatkan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang kini terlihat di Jalan Puri Kencana, Kembangan, Minggu (2/12/2018).

Bersebelahan dengan Pujasera, Para PKL Manfaatkan Lahan Fasos-Fasum di Jalan Puri Kencana
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) memanfaatkan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang kini terlihat di Jalan Puri Kencana, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (2/12/2018). 

SEJUMLAH Pedagang Kaki Lima (PKL) memanfaatkan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial (Fasos-Fasum) yang kini terlihat di Jalan Puri Kencana, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (2/12/2018).

Lokasi para PKL berdagang juga bersebelahan sengan Pujasera Puri yang dibina jajaran Suku Dinas (Sudin) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Kota Jakarta Barat.

Terpantau, para PKL yang berdagang makanan dan minuman ini berdagang tak sesuai dengan tempatnya walau berdangnya itu bersebelahan dengan pedagang binaan pemerintah.

Dengan bermodalkan hanya mendirikan tenda kumuh, terlihat para PKL ini cuek dan hiraukan larangan-larangan pemerintah bila berjualan di fasos-fasum.

"Kami juga butuh makan, walau sayanya itu ya belum mendapatkan binaan apa salahnya kan berdagang di sini. Mau itu dagang di Pujasera, soal rasa makanan ya sama saja sebenarnya," ungkap seorang pedagang makanan mie ayam yang mengaku bernama Narto (45).

Pengakuan Narto, banyak pembeli di kawasan Jalan Puri Raya sehingga terasa betah dagang mie ayam yang kini sudah berjalan sekitar satu lebih.

"Ya betah pak, pembelinya banyak," singkatnya Narto.

Narto mengaku dan memahami kesalahannya, yakni berdagang di lingkungan fasos-fasum di bibir Jalan Puri Raya tersebut, namun ia hanya menanggapi cuek dikarenakan membutuhkan biaya sehari-harinya.

"Salah ya wajar, namanya nyari duit. Tapi, saya enggak mau banyak ngomong. Takutnya justru dibongkar lapak sayanya. Harapan sih, dagang bisa tenang seperti yang di sebelah (Pujasera Puri)," katanya.

PKL lainnya, Tarmin (40), juga mengatakan hal sama yakni tidak masalah apabila dirinya saat ini berdagang di bibir Jalan Puri Raya. Walau ia belum menjadi pedagang resmi, dirinya cuman berharap atas keprihatinan jajaran pemerintah.

"Yah mau dibilang legal, mau resmi berdagang di sini. Walau saya dagangnya bersebelahan di Pujasera Puri, selama ini biasa-biasa saja. Tapi ada harapan juga jadi pedagang resmi di Kota Jakarta Barat. Setidaknya, kedepannya tenang dan hati enggak was-was," katanya. (BAS)

Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved