Pembangunan Sheet Pile Kali Gendong Mangkrak Sejak Ahok Lengser

PEMBANGUNAN sheet pile Kali Gendong di RT 19/RW 17 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mangkrak.

Pembangunan Sheet Pile Kali Gendong Mangkrak Sejak Ahok Lengser
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Sheet pile yang sudah terpasang di Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara. 

PEMBANGUNAN sheet pile Kali Gendong di RT 19/RW 17 Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mangkrak.

Kondisi itu terjadi sejak Basuki Thahaja Purnama alias Ahok lengser dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

Area Kali Gendong yang sudah dipasangi sheet pile, lokasinya mulai dari jembatan hingga menuju Waduk Pluit. Sedangkan untuk jembatan menuju arah Rusun Muara Baru belum dipasangi sheet pile.

Warga Sudah Terbiasa Jadikan Kali Gendong Sebagai Tempat Pembuangan Sampah

Kondisinya pun jauh bertolak belakang. Area yang sudah dipasangi sheet pile kalinya lebar dan tidak terlihat ada sampah. Sedangkan yang belum dipasangi sheet pile, ada sejumlah bangunan di atasnya dengan kondisi banyak sampah.

Ningsih, salah satu warga menuturkan, proyek sheet pile Kali Gendong berjalan saat Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Namun seiring lengsernya Ahok, proyek itu berhenti dan tidak diteruskan.

“Setelah Ahok ada masalah, enggak dilanjutin, diganti Anies juga enggak dilanjutin. Enggak tahu saya, enggak ngerti apa berhenti atau gimana,” katanya, Sabtu (1/12/2018).

Sandiaga Uno: Indonesia Punya Kekuatan Berdiri di Kaki Sendiri dan Tidak Tergantung Produksi Asing

Pengakuan itu juga diamini Ketua RT 17/RW 19 Penjaringan Tarso. Menurutnya, pembangunan sheet pile Kali Gendong mangkrak seiring lengsernya Ahok. Proyek itu diketahui sebagai upaya normalisasi Kali Gendong.

“Sampai sekarang setelah Pak Ahok tidak jadi gubernur, program perbaikan, baik jalanan atau tanggul itu tidak dilanjutkan, karena pemimpinnya kan sudah berganti,” ujarnya.

Hingga saat ini, Tarso belum mengetahui penyebab mangkraknya proyek sheet pile Kali Gendong tersebut. Tarso juga tidak tahu apakah proyek tersebut nantinya akan dilanjutkan kembali atau dibiarkan begitu saja.

“Setelah beliau berganti, otomatis kan tidak ada kelanjutannya, karena lain pemimpin kan lain peraturan. Yang pasti sampai sekarang di tingkat kelurahan belum ada informasi, baik relokasi atau kelanjutan proyek yang mangkrak,” paparnya. (*)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved