Timbunan Sampah Kulit Kerang Ciptakan Daratan Baru di Muara Angke Penjaringan

Jalanan di kawasan Muara Angke, di RT 006/RW 022, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, terbuat dari timbunan sampah kulit kerang.

Timbunan Sampah Kulit Kerang Ciptakan Daratan Baru di Muara Angke Penjaringan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Jalanan di wilayah RT 006/RW 022 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, ini berupa rawa-rawa yang kemudian ditimbun sampah kulit kerang menjadi daratan, Jumat (30/11/2018). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN --- Siapa sangka kawasan Muara Angke, tepatnya di RT 006/RW 022 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan merupakan daratan.

Namun proses panjang yang memakan waktu bertahun-tahun, kawasan itu dari wilayah perairan berubah jadi daratan baru berkat limbah kulit kerang.

Jika diperhatikan, jalanan di kawasan tersebut bukan tanah, pasir ataupun aspal.  Jalanan ini dari timbunan kulit kerang berserakan di sepanjang jalan.

Atasi Banjir Rob di Penjaringan, Senin Pekan Depan Ribuan Karung Pasir Didrop

Ada kepingan kulit kerang yang besar maupun kecil yang sengaja dibuang warga agar menjadi daratan baru.

Ketua RT 006/RW 022 Pluit, Arti Astati alias Tatik mengatakan, dulunya permukiman nelayan itu merupakan rawa-rawa.

Banyak  pengusaha kerang di sana yang karyawannya beraktivitas mengupas kulit kerang.

"Kalau ngerebus kan kerangnya banyak, jadinya banyak juga kulitnya. Daripada ditumpuk kaya gunung, mending ditimbun buat tanah kita,” kata Tatik, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, setelah para nelayan mencari kerang, warga sekitar yang bekerja sebagai pengupas kulit kerang akan memisahkan kulit dengan dagingnya.

Setelah itu kulit kerang dibuang ke jalanan untuk menjadi daratan.

Warga Rusun Penjaringan Memertanyakan Rencana Relokasi Sebab Belum Ada Kejelasan

Tatik mengatakan, terbentuknya jalanan kulit kerang itu berlangsung lama tepatnya sejak tahun 1990-an.

Seiring berjalannya waktu, permukiman nelayan itu pun berubah seperti yang terlihat sekarang ini.

“Iya ini udah dari tahun 90-an. Dari zaman ibu dulu masih gadis, dari umur 15 tahun sampai sekarang umur 39 tahun, memang udah ada itu kulit kerangnya,” ucap Tatik.

Menurut Tatik, dulunya pondasi kayu rumah panggung yang ditempati sekarang tingginya mencapai sekitar 150 sentimeter.

Namun penimbunan kulit kerang yang rutin dilakukan, membuat pondasi kayu itu hampir tertutupi seluruhnya.

“Jadi memang sengaja buat nimbun. Dulu awalnya kaki rumah ini setinggi ibu. Tapi sekarang sudah hampir sama sama tanah,” ucapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved