Pesawat Jatuh

Analisis Investigasi Kecelakaan Lion Air PK-LQP Bisa Berubah Jika CVR Ditemukan

Saat ini, KNKT masih berupaya menemukan CVR. Oni menyebutkan tiga strategi baru yang disiapkan KNKT.

TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mencontohkan gerakan pesawat Lion Air PK-LQP, dalam konferensi pers laporan awal investigasi kecelakaan pesawat tersebut di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018). 

KOMITE Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membuka kemungkinan berubahnya analisis investigasi jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, apabila kotak hitam berisi voice cockpit recorder (VCR) ditemukan.

Alat yang merekam percakapan antara awak pesawat dan suara lain dalam pesawat ini memungkinkan KNKT mendapatkan fakta-fakta tambahan dan mengubah temuan investigasi.

"Bisa saja (berbeda). Jadi, bisa saja analisis lain, semua kemungkinan ada. Tapi, apa ada kemungkinan in line (sesuai) dengan yang kita jalankan, bisa saja," kata Koordinator Investigasi Keselamatan Udara KNKT Oni Soerjo Wibowo, seusai konferensi pers di Kantor KNKT, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Fadli Zon: Reuni 212 Bukan Ajang Mendukung Pasangan Calon

Saat ini, KNKT masih berupaya menemukan CVR. Oni menyebutkan tiga strategi baru yang disiapkan KNKT. Pertama, KNKT mendatangkan kapal milik Singapura yang dilengkapi alat yang lebih canggih dari Johor, Malaysia. Kapal tersebut tidak menggunakan jangkar, melainkan sistem dynamic positioning.

"Kalau kapal digoyang ombak ke kiri, kapal itu bisa menetap di lokasi, jadi bisa kembali lagi, sehingga tidak perlu jangkar seperti kemarin," jelasnya.

Kedua, para penyelam kali ini dibekali alat komunikasi khusus, agar lebih presisi dan efektif dalam pencarian target.

KNKT Sebut Pesawat PK-LQP Tak Laik Terbang, Lion Air Protes dan Pertimbangkan Langkah Hukum

"Supaya penyelam bisa komunikasi secara live, bisa lihat mereka ngapain di bawah laut, perintahkan ambil ini itu," terangnya.

Kemudian, lanjutnya, kapal ini dilengkapi alat penyedot lumpur untuk mencari CVR yang kemungkinan tertimbun lumpur.

"Kalau disapu, debu naik dan pandangan jadi terbatas, makanya pakai penyedot lumpur, jadi lumpur disedot dipindahkan ke suatu tempat untuk ditampung, jadi kita lihat apa di situ. Syukur-syukur ketemu CVR," paparnya.

KNKT Bilang Pesawat PK-LQP Tak Laik Terbang, Direktur Utama Lion Air Group: Tendensius!

Ketua KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan kapal penyedot lumpur dari Singapura itu.

"Kita sudah mengajukan proses perizinan berupa operasi di bawah air dan penutupan area di lokasi pencarian. Dua hal ini kita siapkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat terlakasana semua dan pencarian dimulai," harapnya. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved