Liga 2 2018

Komentar Pelatih Persija Jakarta tentang Match Fixing atau Pengaturan Skor

Sepakbola Indonesia kembali dihadapkan pada kasus pengaturan skor (match fixing) setelah ada beberapa kejanggalan di pertandingan Liga 2 2018.

Komentar Pelatih Persija Jakarta tentang Match Fixing atau Pengaturan Skor
Media Persija
STEFANO Cugurra alias Teco, pelatih Persija Jakarta 

SEPAK bola Indonesia kembali dihadapkan pada kasus pengaturan pertandingan/skor atau match fixing setelah ada beberapa kejanggalan di pertandingan Liga 2 2018.

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra alias Teco pun ikut buka suara tentang pengaturan skor yang terjadi di kompetisi Tanah Air.

Meski pelatih asal Brasil itu tidak tahu pasti apa yang terjadi, tapi menurutnya pengaturan pertandingan atau pengaturan skor di sepak bola adalah sesuatu yang tidak bagus bagi perkembangan sepak bola Indonesia

"Saya tidak tahu (soal pengaturan skor belakangan ini). Tapi ini tidak bagus untuk negara dan sepak bola semuanya," kata Teco kepada Super Ball beberapa waktu lalu.

Isu pengaturan skor pertandingan kembali mencuat di Indonesia setelah acara di salah satu stasiun televisi mengungkap ada dalang yang ikut andil di tubuh Exco PSSI, yaitu Hidayat dan Vigit Waluyo selaku pengelola Mojokerto Putera.

Hal itu menjadi 'viral' setelah tendangan pemain PSMP Mojokerto Putera, Krisna Adi 'sengaja' dijauhkan dari gawang lawan agar tidak mencetak gol.

Meski mengatakan pengaturan skor buruk bagi iklim sepakbola Indonesia, Teco tidak mau berkomentar lebih lanjut mengenai tendangan pinalti itu.

"Tapi soal pertandingan ini (PSS Selaman vs PSMP) saya tidak mau komentar, karena saya tidak ada di sana dan bekerja di sana," ucapnya.

Teco sendiri menekankan pada berbagai pihak untuk mengungkap bukti yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi yang bercabang.

Sejauh pengalamannya melatih, Teco mengaku pernah mengetahui kasus pengaturan skor ini di Malaysia.

Terang pelatih 44 tahun itu salah seorang pemain asal Argentina yang terlibat bahkan sampai mendekam di penjara akibat pengaturan skor.

"Saya tahu ketika di Malaysia ada pemain dari Argentina tahun kemarin masuk penjara akibat match fixing, tapi kalau bicara kasus ini harus ada bukti, jangan bicara kiri kanan, perlu kasih bukti," tutur eks pelatih Persebaya Surabaya itu.

Pengaturan skor sendiri adalah problema sepak bola negeri yang tidak kunjung usai terjadi dari tahun 1960-an hingga sekarang, dan pengaturan skor juga-lah yang membuat PSSI mendapat banned oleh FIFA di tahun 2014 lalu. (M17)

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved