Breaking News:

Indonesia Lawyers Club, Ustadz Haikal Hassan Sebut Pemerintah Lebay dan Radikal

Ustadz Haikal Hassan seccara langsung menyebut pemerintahan Joko Widodo dan Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia lebay dan radikal.

Channel Youtube Indonesia Lauyers Club
Ustadz Haikal Hassan dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) bertema 'Benarkah 41 Masjid Terpapar Radikal?' pada Selasa (27/11/2018) 

"Jadi nggak usah lebay gitu loh, istilahnya nggak usah lebay. Yang lebay itu BIN Pemerintah mengatakan bawa golok ke bandara itu radikal. Nggak ada di negara lain itu bawa golok ke bandara itu radikal, itu radikal sekali mustinya," ungkapnya.

Hal tersebut merujuk pada aksi penolakan sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Ormas Minahasa terhadap Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith dan Habib Muhammad Bin Abdurrahman Al-Athos ketika tiba di Bandara Samratulangi, Manado pada Senin (16/10/2018).

Kedua habib yang datang dalam rangka haul ke-7 Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith, tabligh akbar, serta doa untuk bangsa Indonesia di halaman Masjid Alwi bin Smith, Kelurahan Karame, Kota Manado, Selasa (16/10/2018) malam itu dihadang puluhan pria sembari membawa parang. Padahal keduanya berada di area bagian dalam bandara.

"Kalau mau dibikin radikal lagi petani karet nangis sekarang, jual tinggal lima ribu perak yang tadi 14.000. Itu radikalisme dari pertanian. Coba sawit, saya baru pulang dari Kalimantan, sawit tinggal tiga ratus perak sekilo," tambah Ustadz Haikal Hassan.

Dalam tayangan Kilas Kobar TV One pada tanggal 23 November 2018, dikabarkan jika harga kelapa sawit makin terjun bebas.

Biaya angkut yang dikeluarkan petani hanya menerima tidak sampai Rp 400 per kilogramnya. Tayangan tersebut turut diposting oleh akun @addamdubby pada Kamis (29/11/2018). 

di sini videonya :

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved