Pesawat Jatuh

Hotman Paris Hutapea Bongkar Permenhub 77 Tahun 2011 Atur Ganti Rugi Korban Lion JT 610

Hotman Paris Hutapea bongkar Permenhub 77 tahun 2011 yang menjadi dasar ganti rugi korban Lion Air JT 610.

Hotman Paris Hutapea Bongkar Permenhub 77 Tahun 2011 Atur Ganti Rugi Korban Lion JT 610
Instagram
Hotman Paris Hutapea 

Hotman Paris Hutapea menunjukkan beberapa kelemahan Permenhub 77 tahun 2011 yang merugikan penumpang pesawa terbang.

Permenhub 77 tahun 2011 berisi tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Dalam Permenhub 77 tahun 2011 antara lain diatur besarnya ganti rugi kepada korban kecelakaan pesawat terbang.

Permenhub 77 tahun 2011 ini menjadi dasar pembayaran ganti rugi kepada korban Lion Air JT 610.

Dalam Permenhub 77 tahun 2011 antara lain disebutkan, penumpang pesawat terbang yang mengalami cacat 1 mata diganti Rp 150 juta, kehilangan pendengnaran rp 150 juta, dan kehilangan ibu jari tangan kanan Rp 125 juta.

Sementara itu, penumpang pesawat terbang yang meninggal dunia mendapat ganti rugi Rp 1,250 miliar (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah).

Pasal 3 Permenhub 77 tahun 2011 berbunyi: "Jumlah ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap atau luka-Iuka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a ditetapkan sebagai berikut :

Menhub Diminta Tegas terhadap Lion Air Tunaikan Kewajiban Tanpa Syarat

KNKT Klarifikasi Soal Kelaikan Pesawat Lion Air JT 610 yang Jatuh di Perairan Karawang

Hotman Paris Sarankan Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Gugat Boeing di AS

a) penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena akibat kecelakaan pesawat udara atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberikan ganti kerugian sebesar Rp.1.250.000.000,00 (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) per penumpang;

b) penumpang yang meninggal dunia akibat suatu kejadian yang sematamata ada hubungannya dengan pengangkutan udara pada saat proses meninggalkan ruang tunggu bandar udara menuju pesawat udara atau pada saat proses turun dari pesawat udara menuju ruang kedatangan di bandar udara tujuan danl atau bandar udara persinggahan (transit) diberikan ganti kerugian sebesar Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) per penumpang;

c) penumpang yang mengalami cacat tetap meliputi:

Halaman
12
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved