Pilpres 2019

16 Tahun Jadi Guru Honorer, Aput Sampaikan Unek-unek Kepada Sandiaga Uno

Guru honorer 16 tahun menjadi pendidikan menyampaikan unek unek kepada Sandiaga Uno.

16 Tahun Jadi Guru Honorer, Aput Sampaikan Unek-unek Kepada Sandiaga Uno
Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, bersama petani, guru dan pelaku UMKM di Lapangan Loa Ciapus Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018). 

APUT mengaku begitu senang mendapatkan kesempatan berbicara dengan Sandiaga Salahudin Uno saat menghadiri acara dialog dengan petani, guru dan pelaku UMKM.

Dialog dengan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno berlangsung di Lapangan Loa Ciapus Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/11/2018).

Guru honorer itu berharap agar kandidat nomor urut 02 itu bisa mengabulkan permintaan para guru honorer, terutama Kategori 2 (K2).

Sandiaga Uno adalah Cawapres yang berdampingan dengan Capres Prabowo Subianto sebagai peserta Pilpres 2019.

Aput mengaku nasibnya sebagai guru honorer selama 16 tahun sangat sulit. Dirinya mengaku harus jungkir balik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan nasib guru honorer seperti dirinya. Ribuan orang berstatus sebagai guru honorer.

“Kalau bisa Pak jangan unur 35 batas umur untuk pengangkatan guru menjadi pegawai negeri. Presiden dan wapres aja batasan umurnya minimal 40 tahun Pak. Tolong ya pak perhatikan nasib kami,” kata guru Madrasah Uswatun Hasanah yang juga mengaku kondisi sekolah tempatnya mengajar sudah rusak sejak dua tahun lalu.

Sementara seorang petani bernama Agus asal desa Suka Makmur mengaku semakin sulit untuk bercocok tanam, baik sawah maupun perkebunan, karena debit air dan penguasaan lahan oleh orang-orang kota.

“Air susah pak sekarang. Irigasinya nggak bener. Petani jadi susah. Belum lagi lahan-lahannya makin banyak dikuasi orang, jadi makin susah masuknya. Kami memohon ada perlindungan pada petani Pak,” kata Agus.

Sandi yang lebih banyak mendengar, mengaku telah mencatat dan akan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan Aput dan Agus.

Begitu pula dengan permintaan warga perwakilan dari Desa Sukaluyu, Ciapus, Ciomas, Sukamakmur, Sukaresmi, Taman sari, Binong, Loah, Sukajaya, Sukamantri, Sukajadi, Pasir Eurih dan Sinar Galih.

“Sudah pasti, kami Prabowo dan Sandi akan mencari solusi permanen bagi guru guru honorer. Negara dan bangsa yang maju adalah bangsa yang memuliakan guru. Begitu juga demgan petani. .

Sandi menegaskan, bersama Prabowo dan koalisi Adil makmur, meraka akan fookis pada ekonomi. Deregulasi ekonomi yang benar-benar beepihak kepada rakyat kecil dan menengah.

“Insya Allah jika kami diberikan kepercayaan menjadi pelayan masyarakat Indonesia, harga-harha terjangkau dan stabil juga penciptaan dan penyediaan lapangan kerja. Kami ingin melakukan tiga swasembada, yakni swasembada pangan, swasembada Energi dan swasembada air. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved