Sampah di Perairan Pulau Pari Terjadi Setiap Tahun

Fenomena sampah yang berada di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu diketahui terjadi setiap tahun.

Sampah di Perairan Pulau Pari Terjadi Setiap Tahun
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tepi pantai Pulau Pari dipenuhi sampah 

FENOMENA sampah yang berada di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu diketahui terjadi setiap tahun.

Disinyalir kondisi itu berasal dari 13 sungai yang bermuara di perairan Kepulauan Seribu.

Ketua RT 01/RW 04 Pulau Pari, Edi Mulyono mengatakan, fenomena kali ini sudah ada sejak Selasa (27/11/2018) pagi.

Sampahnya pun beragam mulai dari plastik, bambu, eceng gondok, hingga limbah minyak (pek).

“Nah sumber sampahnya kami menduga itu mengalir dari 13 sungai yang ada di Tangerang Jakarta dan Karawang, tapi sampahnya itu bercampur dengan limbah pek,” kata Edi, Rabu (28/11/2018).

Edi mengatakan, awalnya sampah berada di bagian utara dan selatan Pulau Pari.

Namun, kini sampah sudah bergeser ke bagian barat pulau dan berjarak hanya sekitar 50-100 meter dari bibir pantai.

Selama 34 tahun tinggal di Pulau Pari, Edi mengaku selalu melihat sampah kiriman mengalir sampai ke Pulau Pari.

Fenomena itu khususnya terjadi pada musim banjir yang melanda daratan yang membawa sampah ke pesisir.

“Saya lahir di Pulau Pari. Semenjak saya lahir, sudah 34 tahun ini, setiap tahun ada. Cuman kan waktu itu nggak sebanyak seperti tahun-tahun sekarang ya. Sekarang itu volume sampahnya semakin tahun semakin bertambah,” tuturnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved