Pesawat Jatuh

Libatkan Bisnis Besar, Menteri Perhubungan Tak Ingin Buru-buru Menghukum Lion Air

Ia masih menunggu KNKT menyelesaikan investigasi, hingga bisa mengeluarkan rekomendasi.

Libatkan Bisnis Besar, Menteri Perhubungan Tak Ingin Buru-buru Menghukum Lion Air
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Menteri Perhubunga Budi Karya Sumadi meninjau serpihan Pesawat Lion Air JT 610 hasil temuan Basarnas dan tim penyelamat di Posko Utama Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018). 

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum bisa menentukan bentuk sanksi yang akan dijatuhkan kepada maskapai penerbangan Lion Air, setelah jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) lalu.

Ia masih menunggu KNKT menyelesaikan investigasi, hingga bisa mengeluarkan rekomendasi.

"Saya pikir kita lebih baik menunggu apa yang disampaikan KNKT, karena ini suatu kegiatan yang libatkan masyarakat banyak, melibatkan suatu bisnis yang besar," kata Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Terima Penghargaan dari KemenPAN-RB, Anies Baswedan Merasa Tertantang

Budi Karya Sumadi enggan memberikan pernyataan terkait kemungkinan sanksi yang bisa diberikan kepada manajemen Lion Air, kru pesawat, maupun Boeing. Menurutnya, permasalahan ini perlu dihadapi dengan kepala dingin.

"Kita tidak boleh lakukan justifikasi yang mengatakan sesuatu. Jadi harus make sure, cool menghadapi semuanya," ucapnya.

Meski begitu, ia menyebutkan sejumlah tindakan yang telah diambil Kemenhub terhadap maskapai penerbangan berlambang singa merah itu. Di antaranya, melakukan audit khusus dan pembebasan tugas terhadap direktur operasional serta direktur teknik Lion Air.

Terima Surat Pemberitahuan dari Panitia Reuni 212, Polisi Siapkan Pola Pengamanan

Budi Karya Sumadi melanjutkan, saat ini KNKT fokus mencari black box berisi voice cockpit recorder (VCR), guna melengkapi fakta-fakta yang ada.

"Kita kerja sama dengan Basarnas Jakarta dan Jabar untuk pantau semua. Secara khusus KNKT sudah tunjuk entitas internasional yang membantu untuk meneruskan pencarian dan juga pencarian VCR yang sampai sekarang belum ketemu," paparnya.

"Kalau kemarin disampaikan belum, kami selalu lakukan itu karena akan melengkapi fakta-fakta yang kami temukan dalam kegiatan di lapangan," sambungnya.

Lurah Tanah Sereal Klaim Wilayahnya Bebas Genangan dan Banjir

Rabu (28/11/2018) hari ini, KNKT memberikan laporan awal (pre-eliminary report) terkait jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610.

Laporan itu hanya memaparkan fakta-fakta yang ditemui KNKT berdasarkan flight data recorder (FDR) dan kejadian di lapangan. Dalam laporan ini, KNKT belum membuat analisa maupun kesimpulan untuk bisa direkomendasikan ke Kementerian Perhubungan. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved