Breaking News:

Operasi Tangkap Tangan

KPK OTT Lima Orang Oknum Pengadilan Jakarta Selatan Terkait Perkara Perdata

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap 5 orang, termasuk oknum penegak hukum dari pengadilan negeri di Jakarta, Selasa malam (27/11).

Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas penyidik KPK menunjukan barang bukti uang saat konferensi pers terkait operasi tangkap (OTT) tangan di Lapas Sukamiskin di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018). (Foto ilustrasi) 

KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap 5 orang, termasuk oknum penegak hukum dari pengadilan negeri di Jakarta, Selasa  (27/11) malam.

"Benar ada penegak hukum dari pengadilan (yang terjaring OTT KPK)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Pada Selasa  (27/11) sekitar pukul 22.00 WIB, tim KPK sudah membawa empat orang yang terjaring dalam OTT tersebut ke gedung KPK.

Dari orang-orang yang diamankan dalam OTT tersebut, seorang perempuan juga termasuk di dalamnya. 

"Saat ini 5 orang masih melakukan pemeriksaan awal (di gedung KPK)," tambah Basaria.

Tapi Basaria enggan mengungkapkan konstruksi kasus dalam OTT tersebut.

"Nanti diperiksa dulu," ungkap Basaria.

Berdasarkan KUHAP, KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status kelima orang yang diamankan tersebut.

Terkait perkara perdata

KPK melakukan Operasi Tangan Tangan (OTT) terhadap 6 orang terkait perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Benar ada kegiatan tadi malam sampai dini hari di Jakarta terkait dengan penanganan perkara perdata di pengadilan negeri Jakarta Selatan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Agus, KPK sudah mengamankan enam orang.

"KPK mempunyai waktu 24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan. Tunggu konferensi pers lebih lanjut," tambah Agus.

Sedangkan Juru Bicara Mahkamah Agung Suhadi mengaku belum mendapat informasi mengenai OTT tersebut.

"Saya sedang tidak di kantor dan informasi masih simpang siur, jadi saya belum bisa menyampaikan apa pun," kata Suhadi saat dihubungi.

Pada Rabu (27/11) sekitar pukul 22.00 WIB, tim KPK sudah membawa empat orang yang terjaring dalam OTT tersebut ke gedung KPK.

Dari orang-orang yang diamankan dalam OTT tersebut, seorang perempuan juga termasuk di dalamnya. 

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan ketika dihubungi juga enggan mengungkapkan siapa saja yang terjaring dalam OTT tersebut.

"Nanti diperiksa dulu," ungkap Basaria.
 
Berdasarkan KUHAP, KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status kelima orang yang diamankan tersebut. (Antara)

4 Hakim Ditangkap KPK di Medan

Seperti diberitakan Kompas.com, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menangkap delapan orang dalam operasi tangkap tangan di Medan, Sumatera Utara.

Sebanyak empat orang di antaranya adalah hakim.

Masing-masing yakni, Ketua Pengadilan Negeri Medan Marsuddin Nainggolan dan Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo.

Kemudian, hakim Sontan Merauke Sinaga dan hakim adhoc Merry Purba. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK hanya menetapkan Merry Purba sebagai tersangka.

Merry disangka menerima suap 280.000 dollar Singapura.

Halaman
12
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved