Ahli Waris Korban Lion Air Terima Santunan Hingga Miliaran Rupiah dari BPJS Ketenagakerjaan

Terdapat 125 korban yang berhasil diidentifikasi berdasarkan kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Warta Kota
Ahli waris korban Lion Air JT 610 menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan langsung oleh Direktur Pelayanan BPJS TK, Krishna Syarif, disaksikan langsung oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali di Menara Jamsostek, Senin (26/11/2018). 

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri resmi menghentikan proses identifikasi korban penumpang Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang beberapa waktu lalu.

Terdapat 125 korban yang berhasil diidentifikasi berdasarkan kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Polri Kramat Jati, 8 orang di antaranya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Krishna Syarief, selaku Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) mengatakan, sebagai badan hukum pelayanan publik, pihaknya ingin memberikan pelayanan dan kepastian atas hak peserta, khususnya pihak ahli waris korban Lion Air, yang jatuh di perairan Karawang.

Melalui data resmi hasil identifikasi Mabes Polri, 8 orang tersebut merupakan peserta berbagai instansi BUMN maupun swasta, hasil ini tentunya belum final karena masih terdapat beberapa nama lagi yang belum berhasil diidentifikasi.

"Untuk ini kami menunggu keterangan resmi pihak berwenang dalam menentukan nama yang resmi dinyatakan sebagai korban," ujar Krishna kepada wartawan seusai memberikan santunan kepada para ahli waris korban Lion Air JT 610 di Menara Jamsostek, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Korban dalam kecelakaan ini dikatakan Krishna digolongkan sebagai kecelakaan kerja bilamana korban sedang berada dalam perjalanan dinas atau sedang melaksanakan pekerjaannya, juga ada yang tidak tergolong dalam kecelakaan kerja atau tidak sedang dalam perjalanan dinas.

Tentunya, kedua kategori ini memiliki hak yang berbeda, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan bagi pekerja dari risiko terjadinya kecelakaan saat bekerja atau bertugas.

Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, maka ahli waris berhak atas santunan sebesar 48x upah yang dilaporkan dan juga beasiswa untuk 1 orang anak pekerja.

Namun, untuk kejadian meninggal dunia di luar kecelakaan kerja, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 24 juta. Dan jika kepesertaan telah mencapai 5 tahun, maka akan diberikan pula beasiswa untuk 1 orang anak.

"Santunan yang kami berikan ini besarannya berkisar dari Rp 120 jutaan sampai Rp 1,5 miliar. Kebanyakan memang karena kecelakaan kerja," tutur Krishna.

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved