50 Kg Sabu dan 43.000 Butir Ekstasi Disembunyikan di Bawah Jok Mobil yang Dimodifikasi

Aparat Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman sabu sebanyak 50 kilogram dan pil ekstasi 43.000 butir dari Pekanbaru yang akan diedarkan di Jakarta.

50 Kg Sabu dan 43.000 Butir Ekstasi Disembunyikan di Bawah Jok Mobil yang Dimodifikasi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Keterangan pers pengungkapan kasus pengiriman sabu 50 kg dan 43.000 butir pil ekstasi yang disembunyikan di bawah jok mobil yang telah dimodifikasi. 

APARAT Subdit II Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan pengiriman narkoba berjenis sabu sebanyak 50 kg dan puluhan kotak berisi total 43.000 butir pil ekstasi.

Narkoba tersebut ditemukan di sebuah mobil box merek Daihatsu Luxio yang diparkir di depan Ruko HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Riau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan narkoba tersebut hendak diedarkan di Jakarta melalui sindikat yang berasal dari Malaysia menggunakan jalur darat.

"Hari ini yang kita sampaikan penangkapan jaringan Malaysia-Pekanbaru-Jakarta. Jadi ini melibatkan yang pertama residivis, artinya sudah melakukan beberapa kali dia memasukan dari luar negeri ke Indonesia," ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11/2018).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan, pengungkapan kasus itu merupakan pengembangan kasus dimana pihaknya menangkap tersangka yang mengedarkan sabu seberat 2,7 kilogram.

"Berawal dari penangkapan kita yang bulan September 2,7 kg, lalu dari info tersebut kita kelola, kita lakukan analisa untuk mengetahui adanya peredaran narkotika khusus masuk ke Jakarta, sumber barang sudah disampaikan lagi, dari Malaysia melalui Pekanbaru dan Jakarta," kata Suwondo.

Hal yang lebih mengejutkan, pengendali pengiriman narkoba dilakukan oleh seseorang yang berada di dalam Lapas Cipinang bernama Feri.

Informasi itu didapatkan berdasarkan kerjasama antara Polda Metro Jaya dan Lapas Cipinang. Feri merupakan orang yang memerintahkan anak buahnya untuk mengirimkan narkoba dari Pekanbaru menuju Jakarta

"Feri ini berada dalam lapas, jadi mengendalikan peredaran dari dalam lapas, barang ini kemudian menggunakan shipping cell, barang ini sudah ada di dalam mobil, masukan ke dalam mobil atau yang disebut juga gudang berjalan jilid II, lalu dijalankan dan dikendalikan," ujarnya.

Pengemudi mobil diketahui bernama Wiwin dan Sholeh. Ia bertolak dari Jakarta menuju Pekanbaru untuk menemui Firman.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved