Upayakan Kelancaran Distribusi Obat, BPJS Kesehatan Usung Konsep Medication Therapy Management

Meningkatkan kelancaran distribusi obat, BPJS Kesehatan mengusung konsep medication therapy management.

Upayakan Kelancaran Distribusi Obat, BPJS Kesehatan Usung Konsep Medication Therapy Management
istimewa
BPJS Kesehatan 

WARTA KOTA, CAKUNG--- Dalam upaya meningkatkan kelancaran dalam distribusi obat disejumlah rumah sakit, Badan Penyelengaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengusung konsep medication therapy management.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, Betsy MO Roeroe, mengatakan, medication therapy management merupakan perawatan medis yang disediakan oleh apoteker atau penyedia lain yang memenuhi syarat.

Dengan tujuan mengoptimalkan terapi obat dan meningkatkan hasil untuk orang yang minum obat, terutama untuk orang-orang yang memiliki beberapa kondisi kronis dan mengambil beberapa obat untuk mengelolanya, yang diresepkan oleh banyak dokter.

"Ketersediaan obat merupakan faktor utama dalam keberhasilan pelayanan bagi peserta prolanis serta memastikan kelancaran penyediaan distribusi obat peserta prolanis Jaminan Kesehatan Nasional," kata Betsy MO Roeroe, Senin (26/11/2018).

Menurut Betsy, salah satu upaya untuk menjaga dan meningkatkan status kesehatan peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) adalah dengan terapi obat.

Terapi obat yang baik pada pasien prolanis yang umumnya adalah pasien-pasien poli farmasi yaitu dengan menerapkan konsep yang dikenal sebagai medication therapy management (MTM).

Untuk mendukung hal tersebut BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur melaksanakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Apotek Program Rujuk Balik (PRB).

Pertemuan ini dilakukan bersama provider Apotek Kimia Farma diwilayah Kota Administrasi Jakarta Timur.

"Tujuan dilakukannya Pertemuan dengan apotek program rujuk balik (PRB) provider BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur tidak lain ialah untuk tercapainya kepastian penyediaan dan distribusi obat, tercapainya optimalisasi PRB dan Prolanis serta tercapainya pelaksanaan medication therapy management," katanya.

Sedangkan Bisnis Manager Jaya II Kimia Farma, Agus Cahyana, mengatakan, dengan medication therapy management ada beberapa hal positif yang dapat dijalankan seperti meningkatkan kerjasama antara apoteker, dokter, dan profesional kesehatan lain.

Tak hanya itu tentunya hal tersebut juga akan meningkatkan komunikasi antara pasien dan tim kesehatan serta optimalisasi penggunaan obat untuk meningkatkan ketercapaian pengobatan pasien.

"Diharapkan dengan adanya pertemuan ini apotek dapat berkomitmen untuk menyediakan dan memberikan obat PRB secara cukup dan lengkap untuk peserta dalam FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dan tidak ada iur biaya atau biaya tambahan kepada peserta JKN sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Sariyem Jadi Pahlawan JKN BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Dijamin BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Defisit, Sutopo Ingatkan Rakyat Harus Sehat

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved