VIDEO: Simak Prosesi Pemakaman Ustadz Muzamil yang Dakwah Dalam Kubur
Ustaz Muzamil dari Bengkulu mengelar Dakwah dalam kubur yang dilakukan di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11) malam.
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ahmad Sabran
Dalam memperingan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Muzamil dari Bengkulu mengelar Dakwah dalam kubur yang dilakukan di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (24/11) malam.
Sebelum prosesi dakwah dalam kubur dimulai, sejumlah jamaah melakukan shalawat dibarengi beberapa tabuhan rebana. Bahkan beberapa jamaah pun mulai berdatangan untuk mendengarkan langsung tausyiah Ustaz Muzamil di dalam kubur.
Seperti pada umumnya jenazah yang telah meninggal dunia, Ustaz Muzamil langsung di kafanin, dan di masukan ke dalam liang lahat, serta beberapa orang mulai menguburnya. Setelah berada di dalam liang lahat, ia pun sempat berpesan bahwa ingatlah pada kematian dan dilanjutkan dengan Adzan.
"Satu minggu, satu bulan, atau satu tahun yang akan datang kita pasti akan menemui kematian. Didepan kita adalah suatu gambaran dimana kita pasti akan mengalaminya. Akan dikafani, dinaikan ke keranda di usung ke pemakaman, kemudian dimasukan ke dalam liang lahat, tanpa seorangpun yang menemani, sudah cukupkah amal kita menemani untuk menghadap Allah SWT, sudah banyakkah amal jariyah kita untuk menghadap Allah SWT, sudah siapkah kita didalam kubur, semoga dengan ini kita akan selalu menginggat kematian," ucap Ustaz Muzamil di dalam kubur, Sabtu (24/11/2018).
Dalam tausyiahnya, Ustaz Muzamil menyampaikan bahwa hidup manusia hanya sekedar merasakan dunia. Hingga selebihnya manusia aka kembali ke asalnya yaitu tanah. Bahkan harta benda yang kita memilki didunia, ta akan terbawa saat kematian menyambut, sehingga jangan pernah menyia-nyikan hidup saat dunia.
"Mau tidak mau kita akan menghadapi kematian, kita tak akan bisa mencegah tubuh ini menjadi tua. Tak akan bisa, membawa hartanya, setinggi keburukan apapun akan menjadi penghuni tanah dan dikerubungi belatung. Hidup ini hanya sekedar mampir, saudara, akankah hidup kita di dunia ini tersesat, akankah hidup di dunia ini akan sia sia," ujarnya.
Ustaz Muzamil menyebut bahwa kematian merupakan guru terbaik dalam sebuah kehidupan, sehingga bagi mereka yang lalai atau melupakan akan kematian, maka mereka akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan. Karena kematian akan membuat kita semakin dekat akan Allah SWT.
"Saudara kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan. Sekali kita melalaikan, kita akan kehilangan guru tebaik dalam dunia ini. Akankah kita siap menyongsong malam pertama kita dialam kubur kelak," ucapnya.
Tak hanya bertausyiah mengenai kematian, suasana makin larut dalam renungan ditambah Ustaz Muzamil bercerita mengenai sosok seorang ibu yang begitu berat mengadung selama sembilan bulan dan bertarung akan kematian saat melahirkan. Namun terkadang kita lupa akan sosok ibu yang telah bersusah payah melahirkan kita.
"Saudaraku ibumulah yang menganti tangisanmu dalam senyum kegembiraan, ibumulah yang dulu setia menemanimi kapan saja dalam kesedihan, dan mendekapmu dalam cinta. Ibumulah yang dari dulu hingga kini membasahi doa-doa untuk kebahagianmu, tapi kenapa kita tidak pernah menyadarinya, mengapa kita tak pernah mau meminta maaf. Sudahkan kamu meminta maaf kepada ibu mu. Saudara berapa lama ibu mu menanggung dirimu dalam perutnya, apakahkah kamu sanggup menahan pedih dari dirinya agar kamu lahir di dunia hingga bertahun-tahun, ibu mu bertarung maut agar kamu tetap hidup," katanya.
Hampir dua jam Ustaz Muzamil bertausyiah didalam kubur, selanjutnya dilakukan pengalian kembali, dan dilanjutkan beberapa doa-doa. Dengan adanya tausyiah ini, dirinya berharap kepada kaum muslim agar lebih menginggat kematian, agar lebih dekat dengan Allah SWT. (JOS)