Breaking News:

Polisi: Anggaran Acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia Dimarkup

Adi Deriyan menjelaskan, penyidik membantu BPK dengan menyampaikan bukti-bukti.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan 

PENYIDIK Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menemukan beberapa kejanggalan penggunaan anggaran acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan menduga ada penggelembungan anggaran atau mark-up, pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana kegiatan tersebut.

"Kita menemukan ya, penggunaan anggaran tidak sesuai fakta. Kemudian LPJ itu dimark-up," ujar Adi Deriyan saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11/2018).

Baiq Nuril Maknun dan Anaknya Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Hotman Paris Diminta Turun Tangan

Hingga kini, polisi bekerja sama dengan BPK untuk mencari jumlah kerugian negara. Adi Deriyan menjelaskan, penyidik membantu BPK dengan menyampaikan bukti-bukti.

"Potensi kerugian negaranya ada, hanya saat ini kita ingin menghitung berapa riilnya. Yang menghitung siapa? Nanti BPK. Kita hanya menyampaikan bukti-buktinya saja," jelas Adi Deriyan.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menaikkan status kasus dugaan penyalahgunaan dana Kemah Pemuda Islam Indonesia ke tingkat penyidikan.

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye Rp 10 Juta dari Relawan di Yogyakarta

Diduga terdapat kerugian negara terkait acara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia yang menggunakan dana Kemenpora tahun anggaran 2017 tersebut.

Polisi telah memeriksa Ketua Umum PP Pemuda Muhamadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani.

Pihak internal Kemenpora Abdul Latif dan Ketua Kegiatan dari GP Ansor Safarudin, juga ikut diperiksa terkait kasus ini. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved