Ukrida Jadi Kampus Pertama Deklarasikan Bebas Narkoba Bersama Polri

Mengandeng Polri, Ukrida di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi kampus pertama di Indonesia yang telah deklarasikan kampus bebas narkoba.

Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi kampus pertama di Indonesia yang telah deklarasikan kampus bebas narkoba, dan pencegahan paham radikalisme serta terorisme, di Ruang Auditorium Ukrida, Jumat (23/11/2018). 

MENGGANDENG Polri, Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi kampus pertama di Indonesia yang telah deklarasikan kampus bebas narkoba, dan pencegahan paham radikalisme serta terorisme, di Ruang Auditorium Ukrida, Jumat (23/11/2018).

Diterangkan Brigjen Pol Drs Edi Setio Budi Santoso sebagai Dirbintibmas Koorbimas Baharkam Polri, kegiatan ini tak hanya digelar di Kampus Ukrida namun juga di sejumlah kampus lainnya di Indonesia.

"Program kami dari kepolisian yang khususnya dalam rangka mencegah terpaparnya paham radikalisme dan peredaran narkotika. Maka itu kami bekerjasama dengan seluruh perguruan tinggi, untuk melakukan kegiatan sosialisasi terkait hal ini. Karena kedua hal ini yang dapat mudah mempengaruhi anak muda. Kampus ini (Ukrida) menjadi kampus pertama sosialisasi kegiatan ini," terangnya kepada wartawan.

Menurut Edi, paham-paham radikalisme dan terorisme kerap mendera pemuda yang rata-rata berusia 18-30 tahun.

Pemuda, diketahui golongan yang paling mudah rentan terserang paham radikalisme dan terorisme, dan narkoba.

"Pelaku bom bunuh diri rata-rata usianya 18-30 tahunan. Anak muda ini merupakan golongan-golongan yang rentan dan mudah dipengaruhi. Apalagi adanya media sosial yang sekarang ini sangat mudah ia mendapatkan informasi," ujar Edi kembali.

Menurut Edi, kegiatan ini akan disosialisasikan ke kampus kampus lain dan bidang pendidikan lainnya.

"Ya memang melakukan kegiatan ini seluruh kampus, juga ke lembaga pendidikan yang lainnya. Di jakarta dan di daerah2 lainnya akan kita lakukan. Jadi kami itu mensosialisasikan kepada generasi muda bahwa ada bahaya paham radikal yang sekarang ini polanya berubah. Yang dulunya gunakan kekerasan, sekarang menggunakan cara yang pendekatannya soft," ucapnya. (BAS).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved