Selasa, 14 April 2026

Radikalisme dan Terorisme Hingga Narkoba Jadi Ancaman Nyata Terhadap Pemuda

Adanya pemahaman radikalisme dan terorisme hingga maraknya narkotika, menjadi ancaman nyata untuk para penerus bangsa.

Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menjadi kampus pertama di Indonesia yang telah deklarasikan kampus bebas narkoba, dan pencegahan paham radikalisme serta terorisme, di Ruang Auditorium Ukrida, Jumat (23/11/2018). 

REKTOR Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) Drs Erning Wihardjo menerangkan, adanya pemahaman radikalisme dan terorisme hingga maraknya narkotika, menjadi ancaman nyata untuk para penerus bangsa.

Maka itu, pihak Ukrida kini menggandeng institusi Polri untuk mencegah sedini mungkin mengenai hal tersebut.

"Maka dari itu, Ukrida jadi kampus pertama yang mendeklarasikan kampus bebas narkoba dan pemahaman radikalisme serta terorisme bersama Polri," kata Erning Wihardjo, usai gelar deklarasi di Auditoriun Ukrida Fakultas Kedokteran, RW 02, Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/11/2018).

Erning Wihardjo mengatakan, lewat kegiatan ini mahasiswa dapat mendeteksi sendiri, mahasiswa mana sering menyendiri.

Erning Wihardjo merasa bersyukur, hingga sejauh ini di Kampus Ukrida nahasiswanya belum pernah terlibat narkoba dan pemahaman radikalisme.

Erning Wihardjo mengatakan, sampai sejauh mahasiswanya termasuk baik dan sebagaimana yang disampaikan, bahwa di hasil pemeriksaan memang murni, dan tak ada satupun yang positif atau dicurigai pengguna narkoba, serta penyebar paham radikalisme.

Erning Wihardjo mengatakan, di kegiatan itu bekerjasama Polri melalui pihak Pusat Kedokteran dan Ksesehatan (Pusdokkes) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Budokpol) Pusdokes Polri.

Acara deklarasi tersebut adalah Kampus Tanpa Narkoba dan kuliah umum bertemakan pencegahan paham radikalisme dan terorisme di kampus.

Yang pertama di Indonesia

Ketua Panitia acara deklarasi Dr J Budiono mengatakan, deklarasi tersebut merupakan usaha mencegah masuknya narkoba dan paham radikalisme di lingkungan akademis.

"Ukrida menjadi Universitas Tanpa Narkoba. Deklarasi ini jadi yang pertama di Indonesia dan sekaligus puncak acara pada penerimaan mahasiswa baru, dengan melakukan deteksi dini narkoba pada Agustus 2018," ujar Budiono.

Budiono memaparkan, deklarasi yang digelar merupakan bentuk sinergi bersama perguruan tinggi dan Polri, untuk mendukung di program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

"Sebanyak 650 mahasiswa baru Ukrida telah menjalani tes urine pemeriksaan narkoba, dan hasilnya tidak ada yang terdeteksi pengguna. Bahkan, seluruh sivitas akademik Ukrida saat ini turut menjalani pemeriksaan urine sebagai bentuk preventif, dan hasilnya negatif," ungkap Budiono.

Positif

Dekan Fakultas Kedokteran Ukrida Kombes Pol (Purn) dr. Anton Castilani menilai positif kegiatan pencegahan narkoba di lingkungan Ukrida.

"Banyak hal yang dilakukan, kegiatan-kegiatan organisasi kemahasiswaan itu ya sangat rapat dan mereka mantau teman-temanya. Di samping itu dari pihak kampus juga sering rutin lakukan pemeriksaan baik itu screening atau ceramah- dan lain sebagainya kepada mahasiswa," ucap Anton. (BAS)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved