Pemkot Depok Siapkan Langkah Untuk Merangkul Warga Sekitar Pasar Cisalak

Pemkot siapkan sejumlah langkah untuk merangkul warga agar pemagaran Pasar Cisalak dapat berjalan secara kondusif.

Pemkot Depok Siapkan Langkah Untuk Merangkul Warga Sekitar Pasar Cisalak
Warta Kota
warga sekitar pasar cisalak, berjaga-jaga dan menghalau pekerja yang akan mengerjakan pemagaran tembok di sepanjang sisi jalan di depan rumah dan tempat usaha warga, Sabtu (17/11/2018). 

Sebab pengerjaan pemagaran tembok sudah di sepanjang jalan di depan rumah dan tempat usaha warga di Jalan Gadog dan Jalan Uhan di RW 6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Kota Depok.

Artinya, di depan rumah warga nantinya akan berdiri tembok setinggi 2,10 meter, yang otomatis menutup akses masuk ke rumah dan tempat usaha warga dari arah pasar.

Hal inilah yang membuat sebanyak 103 warga pemilik sertifikat tanah di Jalan Gadog dan Jalan Uhan menolak pemagaran.

Sebab, mereka menilai bahwa jalan di depan rumah dan tempat usaha mereka yang juga akses jalan pasar adalah jalan umum dan fasilitas umum.

Sementara Pemkot Depok mengklaim dua ruas jalan akses keluar masuk pasar itu adalah lahan aset milik Pemkot Depok seperti halnya lahan dimana bangunan atau gedung Pasar Cisalak berdiri.

"Jadi kita hentikan sementara pengerjaannya, sampai ada pertemuan lagi dengan warga. Pertemuan sedang direncanakan kapan dan tempatnya," kata Kania.

Ia memperkirakan pertemuan dengan warga itu akan dilakukan paling lambat pekan depan.

Sebelumnya Kania mengatakan bahwa bukan tidak mungkin proyek pemagaran di area Pasar Cisalak yang mendapat penolakan warga dan dihentikan sementara saat ini, nantinya benar-benar dibatalkan seperti keinginan warga.

Apalagi kata Kania, proyek senilai Rp 1,5 Miliar lebih, yang terhenti itu terancam tidak selesai sesuai batas waktu yang disepakati dalam kontrak yakni 20 Desember 2018.

"Namun yang dijadikan bahan pertimbangan adalah ketentuan dan peraturan, bukan penolakan warga. Kalau memenuhi ketentuan dan peraturan, bukan tidak mungkin proyek pemagaran dibatalkan," kata Kania kepada Warta Kota.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved