Pembangunan Tol Layang Ditargetkan Rampung pada Mei Tahun Depan

Desi mengaku akan mempercepat proses penyelesaian 42,5 persen sisa pengerjaan proyek tol layang.

Pembangunan Tol Layang Ditargetkan Rampung pada Mei Tahun Depan
Kompas.com/Risky Andrianto
PROYEK pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017). Kemacetan di ruas tol ini kini semakin parah. Pemerintah pun mengimbau agar warga menghindari tol ini pada pukul 22.00-05.00 karena meningkatnya intensitas para pekerja di jam-jam tersebut. 

DIREKTUR Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, tol layang (elevated) ditargetkan rampung pada Mei 2019.

"Progress pengerjaan tol layang sudah mencapai 57,5 persen. Kita targetkan rampung Mei atau sebelum Lebaran Idul Fitri," katanya di Bekasi, Jumat (23/11/2018).

Desi mengaku akan mempercepat proses penyelesaian 42,5 persen sisa pengerjaan proyek tol layang.

Baca: Hadapi Banjir, 50 Personel BPBD Kota Bekasi Siaga 24 Jam

"Kita masih upaya 42,5 persen, ini tidak ringan. Cukup berat, tapi karena pekerjaan sudah rutin sekali kita lakukan, Jadi tinggal meyakinkan bahwa apa yang direncanakan jangan meleset-meleset pengerjaannya," jelasnya.

Desi menambahkan, pemaksimalan pengerjaan itu dengan cara memperkuat organisasi dengan menambah tiga direktur proyek dalam mengawasi pengerjaan.

Mengingat, waktu pengerjaan tak hanya berlangsung siang hari, tetapi juga malam hari. Sehingga, risiko kecelakaan kerja dinilai besar.

Baca: ‎Kubu Prabowo Nilai Pernyataan Soal Tampang Boyolali Bentuk Keakraban, Bukan Pelecehan

"Secara internal kami memperkuat organisasi. Jadi kami menunjuk lagi tambahan direktur project untuk mengawasi pekerjaan. Kita perkuat karena harus diawasi 24 jam, sehingga apa yang diprogramkan jangan sampai meleset," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan pengerjaan proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan Light Rail Transit (LRT) di tol Jakarta-Cikampek dihentikan pengerjaannya, hingga beberapa bulan ke depan.

Namun, untuk proyek tol layang (elevated) akan diprioritaskan, mengingat tol target tol itu harus selesai sebelum Lebaran, dan akan digunakan untuk mengatasi kemacetan saat arus mudik Lebaran.

Baca: Banjir Bandang Terjang Kota Padang, Dua Anak Meninggal

"Kita putuskan LRT dan KCIC Kereta Api Cepat berhenti pengerjaan proyeknya di KM 11 hingga KM 17. Karena proyek tol layang ini harus sudah selesai agar tersambung dengan proyek tol Trans-Jawa yang akan mulai beroperasi," ujarnya, seusai rapat bersama di Grand Dhika, Bekasi, Selasa (20/11/2018).

"Jika tidak tersambung, manfaat Trans-Jawa kurang optimal. Kita ingin memaksimalkan agar Trans-Jawa tidak hanya Cikampek sampai Grati Pasuruan Jawa Timur, tapi dari Jakarta sampai Grati," sambungnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved