Ojek Online, Go-Jek Sebut Permintaan Open Suspend Massal Tak Mungkin Dikabulkan

Aksi demo pengemudi ojek online dalam beberapa waktu terakhir salah satunya menuntut operator untuk melakukan open suspend massal.

Ojek Online, Go-Jek Sebut Permintaan Open Suspend Massal Tak Mungkin Dikabulkan
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di tempat penjemputan di halaman Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018). 

WARTA KOTA, TEBET---Aksi demo pengemudi angkutan online seperti pengemudi ojek online dalam beberapa waktu terakhir salah satunya menuntut operator untuk melakukan open suspend massal kepada akun-akun yang selama ini dibekukan.

VP Corporate Affair Go-Jek, Michael Say, menyebut permintaan pengemudi ojek online itu aneh dan tidak mungkin dikabulkan.

"Open suspend adalah hal yang sangat aneh. Tidak mungkin ada pemutihan massal. Kalau itu kami buka, justru tidak masuk akal," ujar Michael di kantor Go-Jek Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/11/2018).

Michael menyebut, ketika mendaftar masuk dan diterima, antara mitra driver dan pihak Go-Jek sudah ada perjanjian.

"Termasuk menyepakati pelanggaran-pelanggaran apa yang mereka lakukan dan apa sanksinya," katanya.

Menurutnya, suspend dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen.

"Suspend memang menjadi momok bagi para mitra. Tapi hal itu tidak bisa kami hilangkan untuk menjaga pelayanan.. Yang kami lakukan sekarang perbaiki adalah metode suspensinya, bukan menghapusnya," katanya.

Terkait protes soal penurunan tarif, ia bilang itu hal yang wajar di saat kompetitor melakukan hal yang sama.

"Soal penurunan tarif, kita tahu pemainnya di pasar hanya dua. Kalau kita lihat di pasar, di sisi kompetisi kan ada adjusment. Sementara kita tarif yang diterima mitra sudah paling tinggi."

"Kalau mereka lakukan penyesuaian, otomatis kita juga lakukan penyesuaian untuk menjaga demand. Tapi di sisi lain kita jaga pendapatan mitra agar tidak menurun dengan cara meningkatkan promosi untuk meningkatkan intensitas order," katanya.

Tanda Pagar #Ojekpahlawankeluarga Menyeruak Gara-gara Prabowo, PKS Bilang Begini

Haris Simamora ke Klinik Pakai Ojek Setelah Membunuh, Sempat Kurang Bayar Ongkos Pengobatan

Ojek di Stasiun Pondok Ranji Ciputat Timur, Tangerang Selatan Sudah Semakin Tertib

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved