Upah Minimun Kota Bekasi Masih Ungguli Kabupaten Bekasi

Upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Kota dan Kabupaten Bekasi telah ditetapkan.

Upah Minimun Kota Bekasi Masih Ungguli Kabupaten Bekasi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi buruh berunjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Upah Kerja Layak Sedunia. 

WARTA KOTA, BEKASI---Upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Kota dan Kabupaten Bekasi telah ditetapkan.

Sama seperti tahun sebelumnya, upah minimum kota/kabupaten di Kota Bekasi tetap paling tinggi, bahkan kedua di Provinsi Jawa Barat setelah Kabupaten Karawang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Mohammad Kosim mengatakan, upah minimum kota/kabupaten di Kota Bekasi untuk 2019 ditetapkan sebesar Rp 4.229.756.

Nilai yang diterima hanya berbeda Rp 4.254 dibanding upah minimum kota/kabupaten (UMK) di Kabupaten Karawang yang menembus Rp 4.234.010 per bulan.

"Ada kenaikan UMK sebesar 8,03 persen dibanding tahun lalu. Rumus penghitungannya mengacu pada PP Nomor 78 tahun 2015, ditambah inflasi dan pertumbuhan ekonomi," kata Kosim, Kamis (22/11/2018).

Kosim mengatakan, tahun lalu nilai UMK di Kota Bekasi mencapai Rp 3.915.353 per bulan.

Dibanding penetapan UMK tahun 2019, kenaikan upah justru lebih tinggi pada penetapan UMK tahun 2018 sebesar Rp 313.703.

Pada 2017 lalu, nilai UMK di Kota Bekasi mencapai Rp 3.0601.650 per bulan, lalu naik menjadi Rp 3.915.353 di tahun 2018.

"Penetapan UMK tahun ini telah melewati kajian yang matang oleh Dewan Pengupahan Tingkat Kota, yang terdiri dari Apindo, buruh, dan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, nilai upah minimum kota/kabupaten di Kabupaten Bekasi telah ditetapkan sebesar Rp 4.146.126 atau ketiga terbesar setelah Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved