Breaking News:

Pemerintah Setop Sementara Proyek Kereta Cepat dan LRT Jabodebek, Ini Penyebabnya

Pemerintah juga optimistis kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target yang ditetapkan sejak awal, meski pengerjaannya ditunda.

TRIBUNNEWS/RINA AYU
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018). 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah menghentikan sementara dua proyek infrastruktur, untuk mengatasi kemacetan dan revisi pembebasan lahan.

Dua proyek yang dihentikan sementara itu adalah proyak kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT Jabodebek. Pemberhentian dilakukan di titik kilometer 11 hingga 17, karena membuat jalur tol Jakarta-Cikampek semakin macet. Maklum, pembangunan itu dilakukan bersamaan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung dan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek II.

Luhut Binsar Panjaitan memastikan tidak ada kaitan pengaruh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam proyek tersebut, meskipun investornya berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Baca: Blusukan ke Pasar Anyar Tangerang, Jokowi: Jangan Teriak-teriak Harga Mahal

“Ada sedikit masalah revisi mengenai itu aja saya kira, pembebasan tanah karena overlapping. Kalau enggak keliru antara kereta cepat dan LRT,” kata Luhut Binsar Panjaitan seusai memberikan paparan di acara Indonesia Economic Forum (IEF) di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu (21/11/2018) .

Menko Luhut Binsar Panjaitan juga menegaskan, tidak ada masalah dari sisi pendanaan dalam kedua proyek infrastruktur tersebut. Sebab, investasi yang digelontorkan untuk pembangunan kereta cepat berasal dari dua sumber. Sebanyak 75 persen berasal dari China Development Bank (CDB), dan 25 persen dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Proyek LRT Jabodebek pendanaannya berasal dari kredit sindikasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta serta Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca: Menteri Kesehatan Puji Program Kesehatan Kota Tangerang

"Tidak ada isu soal itu (pendanaan)," ucapnya.

Pemerintah juga optimistis kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target yang ditetapkan sejak awal, meski pengerjaannya ditunda.

"Mungkin ini tertunda beberapa waktu, tapi akan selesai juga. Masih on the track,” ujarnya. (Syahrizal Sidik)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved