Menhub Hentikan Dua Proyek di Jakarta-Cikampek Karena Macet Parah

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah Kilometer 11 sampai Kilometer 17.

Menhub Hentikan Dua Proyek di Jakarta-Cikampek Karena Macet Parah
Kompas.com/Risky Andrianto
PROYEK pembangunan Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II, di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (8/8/2017). Kemacetan di ruas tol ini kini semakin parah. Pemerintah pun mengimbau agar warga menghindari tol ini pada pukul 22.00-05.00 karena meningkatnya intensitas para pekerja di jam-jam tersebut. 

Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi akan menghentikan dua proyek pembangunan yang sedang berjalan di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Hal ini lantaran kemacetan dan kepadatan lalu lintas yang cukup parah setiap harinya. Seperti diketahui, kemacetan lalu lintas di Japek terjadi bukan karena ruas tersebut menjadi jalur transportasi strategis, namun juga beberapa proyek pembangunan.

Mulai dari proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Light Rail Transport (LRT) Jakarta-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung (KCIC), Jalan Tol JORR II Cibitung-Cilincing, dan Cibitung-Cimanggis.

Guna mengatasi hal tersebut, Budi akan mengambil kebijakan untuk menghentikan sementra dua perkerjaan proyek infrastruktur, yakni jalur kereta cepat dan pembangunan LRT Jabodetabek pada Km 11 sampai 17 tol Japek yang menjadi titik terpadat kemacetan.

"Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah Kilometer 11 sampai Kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di Kilometer 24,” ucap Budi dalam siaran resmi Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Selasa (20/11/2018).

Budi meminta penghentian proyek pekerjaan dilakukan dalam beberapa waktu ke depan, bahkan bila dimungkinkan hingga jelang Lebaran 2019. Budi juga menghimbau pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu dan akan lebih mengutamakan pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5 persen.

“Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat.

Sebab, tol Trans-Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan. “Tidak lama lagi Trans-Jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu, manfaatnya masih kurang optimal sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek. Untuk itu kita ingin memaksimalkan supaya Trans-Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal,” ujar Desi.

Desi juga mengimbau masyarakat yang hendak melalui ruas tol Jakarta-Cikampek agar melakukan perjalanan pada siang hari. Hal ini mengingat window time atau (waktu) pengerjaan proyek di ruas tol tersebut adalah pada pukul 22.00-06.00 WIB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebabkan Macet Parah, 2 Proyek di Tol Cikampek Distop",
Penulis : Stanly Ravel
Editor : Azwar Ferdian

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved