Mendikbud Sedang Susun Aturan Upah Guru Honorer Sesuai UMP

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan, pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan guru.

Mendikbud Sedang Susun Aturan Upah Guru Honorer Sesuai UMP
Istimewa
ILUSTRASI 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan, pihaknya berupaya meningkatkan kesejahteraan guru.

Utamanya, guru honorer, untuk membantu proses pendidikan di seluruh Indonesia tetap berjalan.

Salah satu rencananya adalah pemberian upah kepada guru honorer yang sesuai upah minimum provinsi  (UMP).

Baca: Nyaris Lempari Pakai Batu dan Botol, Warga Teriak Minta Haris Simamora Dibunuh

“Dalam satu kondisi guru honorer dibutuhkan, jika kebutuhan guru melalui tes calon pegawai negeri sipil tak terpenuhi, sementara banyak yang pensiun. Oleh karena itu kami tengah menyiapkan draf peraturan pemerintah (PP) untuk memberi upah bagi guru honorer sesuai dengan UMR,” ungkap Muhadjir Effendy.

Untuk itu, Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa Kemendikbud tengah melakukan sensus kepada guru-guru di seluruh Indonesia, untuk mengetahui siapa saja yang layak disebut guru honorer.

“Definisi guru honorer mudah-mudahan sudah selesai tahun depan. Yang jelas beban kerja sama dengan guru lain. Kalau hanya mengajar satu jam ya tidak bisa disebut guru honorer,” paparnya.

Baca: Setahun Lebih, JPO Jembatan Gantung di Daan Mogot Dibiarkan Buntung

Menurutnya, dalam 10 tahun ke depan jumlah guru yang pensiun bisa mencapai 700 ribu orang di seluruh Indonesia.

“Tahun depan saja ada 54 ribu guru yang pensiun. Kalau tidak diimbangi dengan rekrutmen guru berjumlah sama atau pemberian kesejahteraan bagi guru honorer tentu, roda pendidikan akan berhenti,” bebernya.

Ia mengatakan, jumlah tenaga pendidik di Indonesia perlu dipertahankan, karena memiliki perbandingan rasio yang bagus seperti di Finlandia.

Baca: Kunci Pintu Dihilangkan Tersangka, Polisi Buka Paksa Rumah Diperum Nainggolan Pakai Linggis

“Rasio guru terhadap murid di Indonesia sudah dalam tahap bagus, yakni 1:17. Sama dengan Finlandia yang katanya memiliki kualitas pendidikan paling bagus di dunia,” jelas Muhadjir Effendy.

Muhadjir Effendy pun menjelaskan bahwa jumlah guru dan tenaga pendidik di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 3.017.000, dan 900 ribu di antaranya mengajar di sekolah swasta, sisanya di sekolah negeri. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved