KSPSI Minta Pemerintah Wajibkan Pelaku Industri Siapkan Lahan Rusunawa Pekerja

KSPSI meminta pemerintah agar membuat aturan baru tentang penyedian lahan untuk pembangunan rumah susu

KSPSI Minta Pemerintah Wajibkan Pelaku Industri Siapkan Lahan Rusunawa Pekerja
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. (Foto ilustrasi) 

Dia menambahkan, bila usulan ini tidak dipenuhi maka seberapa besar apapun kenaikan UMK, tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan buruh.

Apalagi kenaikan gaji buruh juga diiringi dengan kenaikan harga bahan pokok di kalangan masyarakat.

"Persoalan ini tidak akan pernah selesai dan gaji juga nggak akan cukup kalau pemerintah tidak intervensi dengan meminta pelaku industri menyiapkan lahan," kata pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk ini.

Pelaksana tugas Bupati Bekasi Eka Supriatmaja mengatakan, pemerintah daerah memang berencana mengusulkan pembangunan rusunawa khusus buruh ke pemerintah pusat sejak tahun lalu.

Sebab, jumlah buruh sangat banyak di Kabupaten Bekasi dengan menyandang kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Eka memproyeksikan, jumlah buruh di wilayah setempat sekitar 800.000 orang yang tersebar di tujuh kawasan industri.

Ketujuh kawasan itu adalah East Jakarta Industrial Park (EJIP), MM 2100, Jababeka I, Jababeka II, BIIE, Delta Silicon I dan Delta Silicon II.

"Keberadaan rusun khusus buruh sangat mendesak, apalagi harga sewa yang ditawarkan begitu terjangkau," katanya.

Menurut dia, hunian merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan.

Selain sebagai tempat berteduh dan beristirahat, rumah bisa menjadi dasar permulaan sebuah keluarga.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved