KSPSI Minta Pemerintah Wajibkan Pelaku Industri Siapkan Lahan Rusunawa Pekerja

KSPSI meminta pemerintah agar membuat aturan baru tentang penyedian lahan untuk pembangunan rumah susu

KSPSI Minta Pemerintah Wajibkan Pelaku Industri Siapkan Lahan Rusunawa Pekerja
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. (Foto ilustrasi) 

KONFEDERASI Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meminta pemerintah agar membuat aturan baru tentang penyedian lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi pekerja.

Kebijakan ini ditujukan khusus pemilik kawasan industri di seluruh Indonesia.

"Pemerintah harus membuat peraturan baru yang mewajibkan pelaku industri menyiapkan lahan. Kan pemberian fasos dan fasum saat ini sekitar 10 persen, nah untuk buruh 15 persen untuk dibangun rusunawa," kata Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea di Hotel Amarossa Grande, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (22/11/2018).

Hal itu disampaikan Andi usai menghadiri acara Rapat Pimpinan Nasional Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan pada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP SPSI) di hotel setempat.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menanggapi soal kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) di sejumlah daerah yang bervariasi dari 15-18 persen.

Menurut dia, kenaikan upah tidak akan berdampak positif bila tidak diiringi dengan penyediaan transportasi dan perumahan yang murah.

Dia menilai, biaya transportasi dan perumahan adalah komponen yang paling menyedot pendapatan pekerja atau buruh dalam kehidupannya sehari-hari.

Hal ini sangat berbeda bila dibandingkan pekerja di negara China, Korea Selatan dan Jepang.

Pendapatan mereka tidak akan terkuras banyak karena pemerintah telah menyediakan rusunawa di kawasan industri.

"Pekerja China, Korea Selatan dan Jepang tidak perlu pusing memikirkan ongkos dan perumahan, karena jarak rusunawa mereka dengan tempat kerja hanya 500 meter-1 kilometer. Sementara kita (Indonesia), jarak rumah dengan tempat kerja bisa 20 kilometer," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved