Keluarga Korban Pesawat Lion Air JT 610 Tetap Berharap Keluarganya Ditemukan dan Disalatkan

Beberapa keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang hingga kini belum menemukan titik terang akan kejelasan anggota keluarganya.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Beberapa keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang hingga kini belum menemukan titik terang akan kejelasan anggota keluarganya karena belum teridentifikasi masih bertahan di Hotel IBIS Cawang, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, KRAMATJATI---Beberapa keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang hingga kini belum menemukan titik terang akan kejelasan anggota keluarganya karena belum teridentifikasi masih bertahan di Hotel IBIS Cawang, Jakarta Timur.

Meski rasa jenuh menunggu terus menghampiri, harapan besar agar anggota keluarga korban Lion Air PK-LPQ  teridentifikasi menjadikan tekat keluarga untuk bertahan walaupun sudah hampir satu bulan membawa sejuta harapan.

Seperti yang dirasakan oleh Doni (40), satu di antara keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 atas nama Rangga.

Hingga saat ini anggota keluarganya belum ditemukan, ia tak ingin berspekulasi sebelum proses identifikasi korban Lion Air dinyatakan selesai.

"Kalau kami tidak ingin berharap seperti itu. Harapan kami justru keluarga kami terindetifikasi. Jadi kami tidak mau berpikir lebih jauh dulu Tim DVI belum menggumumkan, jadi kami masih berharap," kata Doni saat ditemui di Hotel IBIS Cawang, Kamis (22/11/2018).

Doni mengatakan, meski hampir satu bulan berada di Jakarta untuk menunggu kepastian anggota keluarganya tersebut, keluarganya tak pernah lelah menunggu meskipun rasa jenuh menghampiri.

Di sisi lain, pihaknya berharap suatu saat nanti ada jenazah-jenazah yang ditemukan meskipun sudah berbentuk tulang.

Sehingga pihak DVI dapat segera mengindetifikasi kerangka yang ditemukan tersebut dan diberikan kepada pihak keluarga.

"Kami ingin dari 195 kantong jenazah itu semuanya terindentifikasi, jikapun bagian tubuh sudah tidak ada lagi, berharap ada jenazah yang ditemukan meskipun itu hanya tulang belulang. Tentunya itu sangat luar biasa bagi kami, dibandingkan hanya menerima akta kematian saja," katanya.

Jika nantinya, jenazah keluarganya tak ditemukan, pihaknya meminta untuk dibuatkan prasasti sebagai penanda ataupun tempat keluarga untuk berziarah.

Sehingga sanak famili yang ditinggalkan dapat datang ke tempat tersebut untuk mendoakan almarhum dan almarhumah.

"Kemarin info yang saya dapat, memang dari Gubernur Bangka Belitung mau dibangun prasasti, tapi lokasinya di mana saya belum tahu," katanya.

Tak hanya itu harapan anggota keluarganya untuk ditemukan juga diutarakan oleh Inah salah satu kelaurga korban.

Ia masih berharap dan berdoa keluarganya terindentifikasi.

"Saya enggak mau berpikir ke sana, harapan saya cuma keluarga saya ditemukan dan segera disalatkan. Itu saja. Karena keluarga di Babel (Bangka Belitung) juga sudah seminggu ini gelar tahlilan, semoga Allah memberikan petunjuk," katanya.

Baca: Hari ke-24 Dua Jenazah Korban Pesawat Lion Air Kembali Teridentifikasi oleh Tim DVI Polri

Baca: Politisi Gerindra Minta Pemerintah Tutup Izin Usaha Lion Air

Baca: Malam Terakhir Tim DVI Melakukan Pencocokan DNA Penumpang Lion Air

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved