Jadi Dalang Perusakan dan Penguasaan Lahan, Hercules Terancam Tujuh Tahun Penjara

POLISI menduga Hercules Rosario Marshal merupakan aktor utama kasus perusakan dan pendudukan lahan.

Jadi Dalang Perusakan dan Penguasaan Lahan, Hercules Terancam Tujuh Tahun Penjara
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Hercules saat dibekuk anggota Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (21/11/2018) sore di rumahnya. 

POLISI menduga Hercules Rosario Marshal merupakan aktor utama kasus perusakan dan pendudukan lahan.

Hercules Rosario Marshal diduga menjadi dalang aksi penyerangan dan penguasaan lahan oleh sekelompok preman terhadap sejumlah karyawan PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

"Di mana di lokasi tersebut telah dikuasai secara paksa oleh sejumlah orang, dan meminta uang sebanyak Rp 500 ribu di setiap penghuni secara paksa," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018).

Baca: Banjir Bandang Terjang Kota Padang, Dua Anak Meninggal

Saat penyerangan itu, ia menyebut para preman menggunakan senjata tajam. Pemeriksaan terhadap Hercules Rosario Marshal masih dilakukan intensif hingga kini.

Hercules Rosario Marshal diciduk kemarin sore di kediamannya, kawasan Kompleks Kebun Jeruk Indah, Blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat.

Tak lama seusai diciduk, Hercules Rosario Marshal langsung dijadikan tersangka. Dari tangannya polisi menyita beberapa bukti kuitansi pembayaran yang dilakukan pemilik lahan terhadap kelompok preman.

Baca: Prabowo: Saya akan Bikin Indonesia Berdiri di Atas Kaki Sendiri! Kita Tidak akan Impor Apa-apa

Hercules Rosario Marshal terancam hukuman kurungan tujuh tahun penjara atas kasus yang kini menimpanya.

Polisi mengenakan pasal 170 KUHP dan pasal 335 KUHP, yang ancaman hukumannya kurungan tujuh tahun penjara.

"Iya ancamannya tujuh tahun penjara," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018). (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved