Antisipasi Terendam Akibat Banjir dan Genangan, PLN Tinggikan 71 Gardu Listrik Rawan Banjir

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2019.

Antisipasi Terendam Akibat Banjir dan Genangan, PLN Tinggikan 71 Gardu Listrik Rawan Banjir
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya 

WARTA KOTA, TANAH ABANG---Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2019.

Mengantisipasi puncak musim hujan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jakarta Raya telah melakukan peninggian instalasi atau gardu listrik PLN sebanyak 71 titik.

"Kami telah melakukan peninggian instalasi PLN pada daerah rawan banjir. Sampai akhir November 2017 PLN Disjaya telah melakukan peninggian 113 instalasi PLN atau gardu. Lalu di tahun ini 71 gardu distribusi dan satu gardu hubung dengan nilai investasi Rp 17 miliar," kata Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya, saat acara Siaga Kelistrikan DKI Jakarta dalam Menghadapi Musim Hujan dan Siaga Banjir di Gedung Graha Niaga Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2018).

Selain itu, Ikhsan mengatakan, telah melakukan inspeksi jaringan terutama saluran udara tegangan rendah (SUTR) beserta tiang penyangganya agar dapat ditindaklanjuti anomali yang diketemukan.

Pasalnya, kata Ikhsan, puncak musim hujan berpotensi memicu terjadinya banjir secara meluas di wilayah Jakarta.

"Banjir yang terjadi pada tahun 2018 mengakibatkan pelanggan terpaksa mengalami pemadaman. Hal tersebut bukan disebabkan oleh terendamnya instalasi milik PLN akan tetapi akibat terendamnya instalasi milik pelanggan sendiri," jelasnya.

Karena itu, pihaknya melakukan pemadaman sebagai tindakan pengamanan agar masyarakat terhindar dari bahaya tersengat aliran listrik.

Untuk menghadapi ancaman banjir, PLN setiap tahun membentuk tim penanggulangan akibat bencana banjir.

"Kami juga bangun Pusat Komando penanggulangan akibat bencana banjir yang dinamakan Disaster Recovery Center (DRC)," katanya.

DRC beroperasi selama 24 jam menjadi pusat pemantauan kondisi sistem kelistrikan daerah yang mengalami pemadaman akibat banjir, termasuk upaya pemulihan pasokan listrik.

"Kami juga memiliki Detasemen Layanan Khusus 123 yang disiagakan untuk mengantisipasi bencana banjir. Lalu mendirikan empat posko, yaitu di Tanjung Priok, Cempaka Putih, Lenteng Agung, dan Cengkareng," ujarnya.

Posko itu dilengkapi dengan perahu karet untuk menembus wilayah terendam banjir dan memastikan keamanan instalasi kelistrikan serta keselamatan warga.

Tak hanya itu, juga dilengkapi Unit Kabel Bergerak (UKB), Unit Gardu Bergerak (UGB), Unit Diesel Bergerak (UDB), powerbank, dan crane.

Baca: PLN Disjaya Merilis Produk Anyar: Layanan Premium Ultra

Baca: Wujudkan Keterbukaan Usaha, PLN Disjaya Buka Lelang Terbuka

Baca: Dukung Konversi BBM, PLN Disjaya Bangun 1000 Stasiun Penyedia Listrik Umum

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved