Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI

Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI. Simak yuk beritanya.

Warga Adukan Soal Proyek Pemagaran Pasar Cisalak Depok ke Ombudsman RI
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Warga sekitar pasar cisalak, tutup pondasi pemagaran dengan coran sebagai bentuk penolakan pemagaran tembok di sepanjang sisi jalan di depan rumah dan tempat usaha warga, serta pasang spanduk, minggu (18/11/2018). 

Ia memastikan bahwa warga akan terus berjaga-jaga agar pengerjaan pemagaran tidak dilanjutkan hingga ke depan rumah warga. "Kami warga di sini akan bersama-sama menolaknya apapun yang terjadi," katanya.

Setelah berhasil menghalau pekerja, katanya warga kemudian memasang spanduk sepanjang 50 meter dan selebar sekitar 1 meter, sebagai bentuk penolakan pengerjaan pemagaran area Pasar Cisalak.

Selain itu warga juga menutup pondasi pagar yang sudah dibuat pekerja dengan semen coran.

"Jadi kami pasang spanduk penolakan dan menutup lubang pondasi tembok yg digali pekerja, dengan coran semen. Ini bentuk keseriusan warga menolak rencana pemagaran oleh Pemkot Depok," kata Sejati, warga sekitar.

Sejati mengatakan spanduk penolakan dibentangkan di samping gedung Pasar Cisalak, tepatnya di pertemuan antara ruas Jalan Gadog dan Jalan Uhan di RW 6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Tulisan di atas spanduk berbunyi diantaranya 'Pajak Kami Menghidupimu, Hidup Kalian Membebani Kami'. Lalu 'Hormati Sertifikat Kami Juga' serta 'Kami Rakyat-Warga Jangan Diganggu'.

Tulisan tampak di tulis tangan dengan cat merah di atas spanduk warna putih.

"Spanduk ini sengaja di pasang warga agar Pemkot Depok, tak perlu coba-coba lagi melanjutkan pemagaran. Sebab sudah kesekian kalinya warga menghentikan pengerjaan pemagaran yang mulai masuk ke depan rumah atau tempat usaha warga," kata Sejati.

Ia menjelaskan selama Pemkot Depok melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) tidak membatalkan rencana pemagaran, maka ketegangan dan situasi kurang kondusif akan terus terjadi di sana.

Sebab warga akan terus berjaga-jaga untuk memastikan kelanjutan pemagaran tidak masuk ke ruas jalan di depan rumah dan tempat usaha warga.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved