Polisi Ungkap Penjualan Liquid Rokok Elektrik Mengandung Ganja

Polisi Polres Metro Jakarta Selatan ungkap penjualan liquid rokok elektrik atau vape yang mengandung ganja.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar (keempat dari kiri) memperlihat barang bukti penyalahguna narkotika yang menjual liquid narkotika jenis ganja (cannabis oil) di Mapolres Metro Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU---Booming-nya penggunaaan rokok elektrik (vape) di kalangan masyarakat dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mencari keuntungan, termasuk penyalahguna narkotika yang menjual liquid narkotika jenis ganja (cannabis oil).

Salah satu jaringan penjualan liquid narkotika berkemasan vape berhasil dibongkar Satnarkoba Polrestro Jakarta Selatan dalam sebuah pengembangan kasus jual-beli ganja.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan, awalnya pihaknya menangkap berinisial AD (26) di daerah Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (16/11/2018).

Penangkapan AD, kata Indra, setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran liquid untuk rokok elektrik atau vape yang diduga mengandung narkotika jenis ganja.

Dari hasil penangkapan tersebut, diperoleh barang bukti berupa liquid yang terisi dalam catridge yang diduga mengandung narkotika jenis ganja sebanyak 21 buah dan satu klip plastik berwarna bening berisi 6,68 gram ganja kering.

Pengembangan kasus dilakukan. AD mengaku mendapatkan barang itu dari pelaku RM alias M (25).

Sehari kemudian, polisi menangkap RM di daerah Pluit, Jakarta Utara.

Dari tangan RM, ditemukan barang bukti catridge yang berisi liquid narkotika jenis ganja sebanyak 54 buah berbagai merek.

"Ini pengungkapan baru di mana liquid yang mengandung ganja coba dijualbelikan oleh pelaku," kata Kombes Indra Jafar saat merilis penangkapan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Kasat Narkoba Kompol Vivick Tjangkung mengatakan, pelaku mengaku membeli barang tersebut langsung di Amerika Serikat dengan harga Rp 700.000 untuk ukuran 0,5 gram dan Rp1,3 juta ukuran satu gram.

"Untuk ukuran 0,5 gram mereka jual di sini Rp 3,5 juta dan untuk ukuran 1 gram Rp 4 juta. Mereka menyasar kalangan menengah ke atas," ungkapnya.

Vivick mengatakan, pelaku yang merupakan importir sepatu dan pakaian bermerek tersebut awalnya hanya iseng membawa liquid narkotika ke Indonesia saat ia pergi ke Amerika.

Barang tersebut berhasil lolos saat pemeriksaan di bandara sehingga pelaku mengulanginya dengan membeli dalam jumlah lebih besar.

"Pelaku ini sering ke Amerika untuk beli pakaian atau sepatu bermerk kemudian dijual lagi ke Indonesia. Sedangkan catridge liquid itu dimasukin di kardus sepatu dan di sela baju yang dia beli di sana," ujarnya.

RM mengatakan, barang yang dijualnya ilegal secara hukum di Amerika Serikat sehingga lolos dalam pemeriksaan. "Ya di sana dijual di toko-toko resmi," ujarnya.

Pelaku mengaku baru menjalankankan bisnis ini sebulan terakhir, namun polisi masih menyelidiki kebenarannya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku kini mendekam di tahanan untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Baca: VIDEO: Polda Metro Jaya Beberkan Cara Sindikat Vape Narkoba Beroperasi

Baca: Liquid Vape Narkoba Dikendalikan dari Rutan Cipinang, Nilainya Mencapai Rp 92,4 Miliar Satu Tahun

Baca: Liquid Vape Isi Narkoba di Kelapa Gading Butuh 100 Ekstasi

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved