Pembunuhan di Bekasi

Polisi Lakukan 37 Adegan di Rumah Diperum Saat Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota melakukan 37 adegan di rumah Diperum Nainggolan, saat rekonstruksi pembunuhan, Rabu.

Polisi Lakukan 37 Adegan di Rumah Diperum Saat Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga
Warta Kota/Rangga Baskoro
Tersangka pembunuhan satu keluarga Haris Simamora saat memeragakan adegan dalam rekonstruksi di rumah Diperum Nainggolan di di Jalan Bojong Nangka II, RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/11). 

KAPOLRES Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan, tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota melakukan sebanyak 37 adegan di rumah Diperum Nainggolan, saat rekonstruksi pembunuhan oleh tersangka Haris Simamora.

Rumah Diperum berada di Jalan Bojong Nangka II, RT 02/07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/11/2018).

"Total ada 62 totalnya, di sini 37 adegan saja," ungkap Indarto di lokasi, Rabu (21/11).

Terhitung ada sebanyak 7 lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan Keluarga Diperum, 6 di antaranya berlokasi di Bekasi.

Sedangkan 1 lagi terletak di Kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat saat Haris Simamora melarikan diri.

"Pada hari ini semua kejadian yang dilakukan pelaku mulai dari dia datang, eksekusi, melarikan diri, ke kos-kosan, membuang linggis, membawa kendaraan sampai kabur ke Garut akan kita rekaulangkan. Tujuannya untuk menguatkan alat bukti sehingga nanti proses hukumnya tidak ada hambatan," ujarnya.

Guna menyamakan keterangan yang dikatakan Haris kepada penyidik, polisi membawa serta sejumlah alat bukti beserta 5 orang saksi.

"Ada 5 orang saksi kita bawa untuk mengsinkronkan alat bukti mulai dari keterangan tersangka, bukti forensik, bukti rekonstruksi," jelas Indarto.

Para saksi yang turut menyaksikan adalah mereka yang pertama kali melihat pintu pagar terbuka, mobil melaju kencang dan menemukan jenazah Diperum tergeletak bersimbah darah di ruang tamu.

Hal tersebut, sambung Indarto, sama seperti keterangan yang diberikan oleh Haris sebagai tersangka.

"Ada 5 saksi yang melihat tersangka membuka pagar, melihat pertama kali penemuan jenazah dan melihat mobil kencang melaju. Selama ini tersangka memang kooperatif, dia memberikan keterangan, dan semua sudah sinkron," tuturnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved