Pembunuhan di Bekasi

Nyaris Lempari Pakai Batu dan Botol, Warga Teriak Minta Haris Simamora Dibunuh

Rombongan kepolisan berikut tersangka Haris Simamora, datang sekitar pukul 11.30 WIB.

Nyaris Lempari Pakai Batu dan Botol, Warga Teriak Minta Haris Simamora Dibunuh
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Polisi menjaga lokasi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Rabu (21/11/2018). Pagi ini polisi melakukan rekonstruksi kasus tersebut. 

POLISI menggelar rekonstruksi di lokasi pembunuhan satu keluarga, di Jalan Bojong Nangka II, RT 02/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (21/11/2018).

Rombongan kepolisan berikut tersangka Haris Simamora, datang sekitar pukul 11.30 WIB.

Haris Simamora berada di dalam mobil Resmob Polda Metro Jaya. Saat melintasi, puluhan warga meneriaki dan hampir melemparkan batu dan botol air mineral kepada Haris Simamora, namun dicegah petugas kepolisian.

Baca: Jelang Rekonstruksi Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Emak-emak Datang Lebih Pagi Ketimbang Polisi

Puluhan warga itu telah menunggu dan memadati jalan menuju arah lokasi pembunuhan sejak pagi tadi.

"Bunuh, bunuh, berengsek tuh orang. Tidak punya hati kau Haris," teriak warga.

Saat Haris Simamora turun, warga terus meneriakinya dan hampir saja warga nekat menerobos barikade polisi untuk mendekat ke tersangka.

Baca: Kerabat Satu Keluarga yang Dibunuh di Bekasi Teriak Minta Pelaku Dicabut Giginya Satu per satu

"Permisi pak, saya mau hajar itu orang. Jangan halangi saya," ucap salah satu warga.

Warga terus menyoraki tersangka, sebelum akhirnya masuk ke lokasi pembunuhan di rumah dan warung korban.

Haris Simamora datang mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan menggunakan penutup wajah.

Baca: Madagaskar Belajar Ekonomi Kreatif Hasil UKM ke Tangerang Selatan

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan, dalam proses rekontruksi kasus pembunuhan satu keluarga ini, ada sekitar 62 adegan yang diperagakan di enam lokasi.

"Untuk di rumah lokasi pembunuhan ada 37 adegan. Nanti rencananya rekonstruksi hingga dua hari, mulai kontrakan pelaku, tempat buang linggis, kosan tempat pelaku menitip mobil, klinik pelaku berobat, sampai ke lokasi pelariannya ke Garut Jawa Barat," papar Indarto. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved