Jasa Raharja Serahkan Total Santunan Rp 4,908 Miliar Kepada Ahli Waris Korban Lion Air JT 610

Jasa Raharja serahkan total santunan Rp 4,908 miliar kepada ahli waris korban Lion Air JT 610

Warta Kota/Mohamad Yusuf
Budi Rahardjo, Direktur Utama Jasa Raharja, mengatakan, Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebanyak Rp 4,908 miliar kepada ahli waris korban Lion Air JT 610. 

WARTA KOTA, SETIABUDI---Jasa Raharja telah menyerahkan santunan sebanyak Rp 4,908 miliar kepada ahli waris korban Lion Air JT 610.

Santunan itu telah diserahkan kepada 100 korban Lion Air PK-LPQ dari 107 korban Lion Air yang teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polri.

"Sampai hari ini, 21 November 2018 pukul 17.00 WIB, kami telah serahkan santunan terhadap 100 orang ahli waris korban. Jumlah itu dari 189 korban, sebanyak 107 yang telah teridentifikasi," kata Budi Rahardjo, Direktur Utama Jasa Raharja, di Gedung Jasa Raharja, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Kepada ahli waris korban meninggal tersebut masing-masing mendapatkan santunan Rp 50 juta.

Seluruh santunan diberikan usai Tim DVI menyatakan berhasil mengidentifikasi korban Lion Air JT 610.

"Santunan kami berikan bertahap. Jadi setiap Tim DVI berhasil mengidentifikasi, keesokannya, kami langsung berikan santunan, secara penuh (Rp 50 juta). Begitu seterusnya," kata Rahardjo.

Namun, kata Rahardjo, untuk korban yang belum teridentifikasi, santunan tetap akan diberikan.

"Kalau nanti ada penghentian identifikasi oleh DVI lalu ada korban yang belum teridentifikasi, kami tidak ada masalah. Santunan tetap diberikan. Kami menunggu keikhlasan dan kesiapan keluarga untuk menerima santunan," katanya.

Pasalnya, saat ini masih terdapat empat ahli waris korban yang belum diberikan santunan. Meskipun telah teridentifikasi.

"Ada empat ahli waris yang belum ikhlas untuk menerima santunan. Kami tetap berempati. Menunggu dari keluarga untuk siap menerima santunan," katanya.

Satu ahli waris lainnya, belum menerima santunan, karena sedang berada di lapas. Jasa Raharja masih menunggu proses untuk penyerahan tersebut.

Sementara satu keluarga yang menjadi korban, terdiri dari bapak, ibu, dan anak.

"Untuk bapak dan ibunya tetap kami berikan santuan kepada orangtuanya. Sementara, anak korban tidak bisa kami berikan karena tidak ada ahli warisnya. Tapi kami berikan biaya penguburan Rp 4 juta kepada kakeknya," katanya.

Sedangkan, untuk warga negara asing yaitu warga Italia, pihaknya juga tetap akan memberikan santunan.

"Untuk warga Italia yang menjadi korban tetap kami berikan santunan dengan besaran yang sama. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/2018 tentang santunan dan iuran wajib dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang, alat angkutan penumpang umum di darat, sungai atau danau, feri atau penyeberangan laut dan udara," katanya.

Baca: Tiga Jenazah Penumpang Lion Air JT 610 Kembali Teridentifikasi

Baca: Ini Daftar 104 Jenazah Korban Kecelakaan Lion Air PK-LQP yang Berhasil Teridentifikasi

Baca: Tiga Minggu Pasca Kecelakaan Lion Air PK-LQP, Satu Korban dari Tangsel Berhasil Diidentifikasi

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved