Detik-detik Haris Simamora Memperagakan Adegan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Detik-detik Haris Simamora Memperagakan Adegan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi. Adegan pembunuhan mulai dari adegan kedelapan hingga adegan ke-13.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor:
Warta Kota/Muhamad Azzam
Ada 37 adegan rekonstruksi saat Haris Simamora melakukan pembunuhan satu kelurga Diperum Nainggolan di Jalan Bonjong Nangka II RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI---Ada 37 adegan rekonstruksi saat Haris Simamora melakukan pembunuhan satu kelurga Diperum Nainggolan di Jalan Bonjong Nangka II RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Adegan pembunuhan satu keluarga dimulai saat Haris Simamora masuk ke dalam rumah, bertengkar, membunuh empat orang sekeluarga dengan linggis hingga pergi menggunakan mobil korban.

Haris Simamora memulai aksi pembunuhan satu keluarga pada adegan ke delapan hingga ke-13.

Untuk adegan pertama pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora mendatangi rumah korban Senin (12/11/2018), sekira pukul 21.00 WIB.

Haris Simamora mengetuk pintu, lalu dibukakan oleh istri Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita (37), melalui pintu samping rumah sekaligus warung kelontong.

"Pelaku datang memang sebelumnya diminta istri korban, Maya, untuk mengantarkannya ke Tanah Abang," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto kepada wartawan, Rabu (21/11/2018).

Kemudian pelaku masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Pelaku bersama suami dan istri korban sempat mengobrol.

Ditengah obrolan itu, Diperum Nainggolan (38) bersama istrinya menyinggung pelaku yang pengangguran.

"Jadi saat itu, pelaku mengaku ada pemicu dirinya tersulut emosi sehingga menghabisi korban. Omongan yang bikin buat pelaku sakit hati ini pakai bahasa Batak tapi artinya kamu ini sampah tidur dibelakang saja. Tapi bukan itu saja pemicunya sebelumnya sudah ada dan seringkali dapat ocehan," ujarnya.

Dari adegan itu, kata Indarto, pelaku saat mendapat ocehan hanya diam dan tertunduk tanpa melihat korban.

"Pelaku ini sangat takut sangat korban terlihat dalam adegan itu pelaku hanya duduk di sofa dengan kepala tertunduk dan tidak berani melihat muka korban," kata Indarto.

Pelaku duduk terdiam, hingga kedua korban ini tertidur. Ketika waktu pukul 12.00 tengah malam, tepatnya Selasa (13/11/2018).

Mulai adegan ke delapan muncul dorongan pelaku untuk menghabisi nyawa korban karena sudah kesal sejak dulu. Hingga pelaku mengambil linggis yang ada di dapur milik korban.

Sudah dipastikan tertidur. Pada adegan kesembilan, pelaku memukul Diperum menggunakan linggis ke bagian kepala hingga pingsan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved