Peringatan Maulid Nabi Diharapkan Jadi Refleksi Anti-Kebencian

Teddy Yulianto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meneladani perilaku sang Rasul.

Peringatan Maulid Nabi Diharapkan Jadi Refleksi Anti-Kebencian
Warta Kota/Feryanto Hadi
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto. 

POLITISI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meneladani perilaku sang Rasul.

Kata Teddy, Nabi tidak pernah menyebarkan ujaran kebencian.

Kata aktivis pendidikan ini, banyak sekali sikap dan perilaku Nabi Muhammad yang seharusnya dijadikan teladan, salah satunya dalam hal berkomunikasi.

"Rasul tidak pernah berkomunikasi dengan cara yang tidak baik, tidak pernah menyebarkan ujaran kebencian dan permusuhan," kata Ketua Yayasan Teddy Yulianto ini melalui pesan tertulis, Selasa (20/11/2018).

"Dalam Al Quran surat Ali Imron 159 disebutkan bahwa Rasul selalu menyampaikan pesan dengan lemah lembut, tidak memaksa dan tidak menyerang orang dalam perkataannya," jelas Teddy.

Jelang Pemilu 2019, dia mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam agar menyaring berbagai informasi yang diterima.

Ditegaskannya, dengan bersilaturahmi adalah cara yang paling tepat untuk mendapatkan klarifikasi benar atau tidaknya suatu informasi.

"Kalau kita jarang bahkan tidak pernah bersilaturahmi, bagaimana bisa tahu apa informasi itu benar atau tidak. Ukhuwah Islamiyah harus dijaga dengan baik, enggak rugi kok bersilaturahmi," imbuhnya.

Ia juga menyarankan agar mengingatkan jika ada orang di sekeliling kita menyebarkan hoax. Tapi diingatkannya kembali, harus dilakukan dengan cara yang baik dan lemah lembut seperti yang dilakukan Rasul.

Teddy pun menyinggung tradisi masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta yang berkumpul dan menikmati sajian makanan bersama-sama usai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Tradisi seperti ini harus terus dihidupkan dan dilestarikan. Manfaatnya kerukunan umat terjaga dengan baik," ujar Teddy.

"Perbedaan dalam pilihan politik harus disikapi dengan baik, jangan sampai merusak silaturahmi umat. Berbeda dalam berdemokrasi merupakan hal yang biasa," tukas caleg DPRD DKI dari PPP dapil Jaksel ini.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved