Pria Tewas Dalam Drum, Keluarga Curiga Dufi Sudah Dibuntuti saat Pergi Bekerja

Dufi, korban pembunuhan tragis di Klapanunggal, Bogor, diduga sudah dibuntuti saat dalam perjalanannya menuju Menteng, Jakarta Pusat.

Pria Tewas Dalam Drum, Keluarga Curiga Dufi Sudah Dibuntuti saat Pergi Bekerja
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Muhammad Ali Ramdhani atau Doni, adik dari Abdullah Fithri Setiawan atau Dufi saat ditemui di rumah duka TGS Catalina Blok AB 3, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/11/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG---Abdullah Fihri Setiawan atau akrab disapa Dufi, yang tewas dalam drum di Klapanunggal, Bogor, diduga sudah dibuntuti saat dalam perjalanannya menuju Menteng, Jakarta Pusat.

Adik korban yang tewas dalam drum, Muhammad Ali Ramdhani atau Doni, menduga kakaknya sudah diikuti sebelum sampai di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.

Doni mengatakan, Dufi punya kebiasaan untuk memarkirkan kendaraannya di Stasiun Rawa Buntu untuk kemudian melanjutkan perjalanannya dengan kereta.

Saat itu, Jumat (16/11/2018), Dufi pamit kepada keluarga untuk pergi bekerja ke salah satu stasiun televisi di bilangan Menteng Jakarta Pusat.

"Saya berasumsi ini sudah diikuti sebelum sampai stasiun," kata Doni saat ditemui di rumah duka di TGS Catalina Blok AB3, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (20/11/2018).

Baca: Tim Forensik Temukan Luka Tusuk pada Leher Pria yang Mayatnya Disimpan dalam Drum di Bogor

Baca: Rencana Tasyakuran Jadi Pertanda Kepergian Dufi yang Tewas Dalam Drum

sesosok mayat ditemukan di dalam tong biru di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
sesosok mayat ditemukan di dalam tong biru di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (istimewa)

Dugaannya itu bermula karena tidak ada catatan kendaraan yang dikendarai Dufi terparkir di stasiun tersebut.

Bahkan Doni ditemani anak Dufi sempat memeriksa langsung ke tempat parkir Stasiun Rawa Buntu untuk memastikan keberadaan kendaraan yang dikendarai oleh kakaknya.

"Saya tanya anaknya, biasanya papah kalau parkir kendaraan di mana? Katanya papah nggak pernah parkir jauh dari pintu masuk," kata Doni.

Hasilnya pun nihil, petugas kepolisian dan petugas parkir juga tidak mencatat keberadaan mobil Innova putih tahun 2012 yang dikendarai Doni pada Kamis (16/11/2018).

Doni mengatakan, di hari kepergiannya, rekan kerjanya juga sempat memberikan pesan singkat sekira pukul 10.00 WIB, akan tetapi tidak ada balasan.

Dari hasil temuan petugas, Dufi diduga dibunuh karena banyaknya luka sayatan yang ditemukan di tubuhnya.

Pihak keluarga berharap pelaku dapat segera ditemukan dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

"Kami berharap tersangka dapat cepat terungkap, dan tersangka dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya supaya kami keluarga merasakan keadilan," kata Doni.

Baca: Pernah Jadi Wartawan, Dufi Korban Pembunuhan di Bogor Juga Punya Usaha Periklanan

Baca: Dufi Sempat Hilang Dua Hari Sebelum Ditemukan Tewas di Klapanunggal Bogor

Baca: Sebelum Ditemukan Tewas Dalam Drum, kepada Tetangga Dufi Pamit ke Solo

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved