DPP Hanura Tindaklanjuti Aduan Pelakor, Partai Hanura Memecat Sisca Dewi

pedangdut Sisca Dewi tak pantas menjadi caleg Partai Hanura karena rekam jejak yang buruk dan akan memberikan dampak tak baik terhadap Hanura.

DPP Hanura Tindaklanjuti Aduan Pelakor, Partai Hanura Memecat Sisca Dewi
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pada Senin (19/11/2018), massa Laskar Hati Nurani menggerudug kantor DPP Partai Hanura di Menteng, Jakarta Pusat, menuntut pemecatan Sisca Dewi. 

WARTA KOTA, PALMERAH---Pimpinan Laskar Hati Nurani, Ahmad Latupono, mengatakan, pedangdut Sisca Dewi tak pantas menjadi caleg Partai Hanura karena rekam jejak yang buruk dan akan memberikan dampak tak baik partai besutan Wiranto tersebut.

"Pedangdut yang kini bermasalah hingga meja hijau itu memiliki rekam jejak yang kurang baik dan melekat dengan citra pelakor (perebut lelaki orang), yang nantinya malah akan membuat buruk citra partai, kader polah, partai kena getah," kata Ahmad, Selasa (20/11/2018).

Pada Senin (19/11/2018), massa Laskar Hati Nurani menggerudug kantor DPP Partai Hanura di Menteng, Jakarta Pusat, menuntut pemecatan Sisca Dewi.

Menanggapi aksi tersebut, Berni Tamara, Ketua DPP Partai Hanura, mengaku senang dengan kepedulian para kader sekaligus menyatakan partai telah memecat Sisca Dewi.

"Untuk diketahui, tuntutan teman-teman sudah ditindak lanjuti oleh Partai Hanura dengan SK Pemecatan Saudari Sisca Dewi sejak 30 Juli 2018," kata Berni.

Selanjutnya Berni Tamara menyerahkan SK pemecatan Sisca Dewi kepada perwakilan massa.

Ahmad juga menyoroti permasalahan Sisca Dewi yang kini di sidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dia menduga ulah Sisca Dewi adalah hukuman karma dari para ibu yang terzalimi.

Di beberapa berita menyebutkan bahwa Sisca Dewi adalah seorang pelakor yang korbannya sudah banyak, mulai dari artis, politisi hingga pejabat negara.

Modus yang dipakai Sisca Dewi adalah menakut-nakuti korban dengan menyebarkan foto dan video hasil rekayasa di media sosial.

Praktik klenik Sisca Dewi dalam menghalalkan segala cara demi "memeras" korban dibeberkan oleh saksi Zulkifli, teman Sisca Dewi, tersangka kasus pemerasan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan atas aduan BS, purnawirawan Polri.

Dalam dialog di ruang sidang beberapa waktu lalu, saksi Zulkifli membeberkan ritual yang acap dilakukan Sisca Dewi.

Saat ditanya ritual apa dan untuk apa, Zulkifli menjawab, "Ada ritual potong ayam cemani. Ayam cemani itu harganya mahal sekali. Tujuannya supaya bapak kembali lagi," ujarnya.

Sisca Dewi dituding memeras korban (saksi pelapor) dengan permintaan mobil mewah (Alphard), rumah seharga Rp 8 miliar, biaya operasi plastik di Singapura, dan berbagai permintaan lain.

Baca: Kantor DPP Hanura Didemo, Massa Tuntut Artis Sisca Dewi Dipecat sebagai Kader

Baca: Massa Laskar Hati Nurani Desak Hanura Pecat Sisca Dewi karena Kelakuan Tak Patut

Baca: Ongen Sangadji Hanura Menilai Jakarta Mundur Jika Becak Dilegalkan

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved