Pemilik yang Mau Jual Rumah DP 0 Rupiah Harus Lapor ke Pemprov DKI

Artinya, pembeli pun tak bisa sepenuhnya menentukan taksiran harga unit berdasarkan kemauan sendiri.

Pemilik yang Mau Jual Rumah DP 0 Rupiah Harus Lapor ke Pemprov DKI
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Warga mengikuti pendaftaran Rumah DP 0 Rupiah di Gedung PTSP di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kamis (1/11/2018). 

PEMILIK rumah DP 0 Rupiah tak boleh menjual ke sembarang orang, tanpa persetujuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal ini dilakukan agar tidak marak praktik jual beli rumah DP 0 Rupiah.

Hal ini dikatakan langsung oleh Meli Budiastuti sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, kepada wartawan, Minggu (18/11/2018). Menurutnya, bila didapati penghuni unit rumah DP 0 Rupiah menjual ke sembarang orang, akan diberi sanksi.

"Tak hanya untuk membeli rumah, menjualnya pun, masyarakat diwajibkan harus melaporkan ke Pemprov DKI. Masyarakat yang menjual ke orang lain akan dikenakan sanksi. Maka, wajib melapor ke Pemprov DKI bila penghuni rumah DP 0 Rupiah mau menjualnya kembali," terang Meli.

Baca: Sumber Bau Menyengat yang Resahkan Warga Pondok Pinang Ternyata Mengandung Gas Metan

Mengenai harga jual, kata Meli, ditentukan dari apparaisal (penilaian). Artinya, pembeli pun tak bisa sepenuhnya menentukan taksiran harga unit berdasarkan kemauan sendiri.

"Jadi, nilai harga ditentukan dari nilai jual objek bangunan (NJOB), dan dinilai jual objek tanah (NJOT) saat dijual. Ya keuntungannya, jikalau objek itu naik, maka naik juga harganya. Pasca-dijual pemilik unit, pihak dari Pemprov DKI pun akan menjual ke masyarakat yang tidak punya rumah," paparnya.

Rumah DP 0 Rupiah tengah dibangun pihak Pemprov DKI Jakarta di kawasan Kelapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Wilayah itu nanti akan dibangun sebanyak 780 unit dan terdiri dari dua tipe. Rinciannya, 420 unit untuk tipe 21 dengan satu kamar, serta 360 unit tipe 36 dengan dua kamar.

Baca: Prabowo Nasihati Penggiat Medsos: Jangan Cuma Bisa Main Gadget, tapi Juga Harus Bisa Membuatnya

"Untuk satu harga jual unit tipe 21 itu dijual Rp 184.800.000-Rp 213.400.000. Sementara tipe 36, harga dimulai dari Rp 304.920.000-Rp 310.000.000," jelasnya.

Terkait adanya aturan pemilik unit rumah DP 0 Rupiah tak dapat menjual ke sembarang orang, kata Meli, berkaca dari program di pemerintah pusat, yakni program 1.000 tower.

Menurutnya, program 1.000 tower membuat pihak Pemprov DKI Jakarta tidak bisa lakukan pengawasan, sehingga diklaim banyak pemilik dengan bebas menyewa atau menjual unitnya.

"Sebab sistem DP 0 Rupiah, hanya untuk orang Jakarta berekonomi kelas menengah ke bawah, atau punya penghasilan maksimal Rp 7 Jutaan saja. Sehingga, rumah DP 0 Rupiah ini memang tak sama dengan program 1.000 tower milik di pemerintah pusat. Kami, tidak bisa masuk dan melakukan pengawasan. Kami tak ingin terjadi di Rumah DP 0 Rupiah," beber Meli. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved