Bung Karno Punya Meja Khusus Berisi Buku-buku di Toiletnya

PROKLAMATOR Republik Indonesia Ir Soekarno merupakan sosok pemikir besar yang sangat teliti.

Bung Karno Punya Meja Khusus Berisi Buku-buku di Toiletnya
istimewa
Presiden RI pertama Ir Soekarno dan Fatmawati. 

PROKLAMATOR Republik Indonesia Ir Soekarno merupakan sosok pemikir besar yang sangat teliti.

Pemikirannya yang besar tak terlepas dari kegemaran Bung Karno membaca buku. Bahkan, Bung Karno kerap membaca buku dari berbagai macam bahasa, mulai buku berbahasa Belanda, Jerman, hingga Prancis.

Saking gemarnya membaca, Bapak Proklamator ini memiliki kamar mandi yang dirancang sedemikian rupa agar nyaman dalam membaca.

Baca: Bung Karno Disarankan Ayahnya Lakukan Hal Ini Jika Ingin Pintar Bahasa Asing, tapi Tak Dilakukan

Di dalam kamar mandi Bung Karno, terdapat dua meja bertingkat yang berisi berbagai macam-macam buku kegemarannya.

Cerita soal rak buku di kamar mandi Bung Karno itu disampaikan oleh Wakil Ketua MPR sekaligus kader PDI Perjuangan Ahmad Basarah, yang mewakili Megawati Sukarnoputri dalam acara bicara sejarah 'Tentang yang Tersurat dan Tersirat dari Pemikiran Bung Karno', di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

"Mohon maaf, saya harus sampaikan permohonan maaf kepada Ibu Mega. Di kamar mandi beliau ada meja, di mana meja dalam toilet itu berisi buku-buku yang harus Bung Karno baca ketika ia berada di dalam toilet," ungkap Ahmad Basarah.

Baca: Erick Thohir Tertantang Perbaiki Sepak Bola Indonesia, tapi Ogah Jadi Ketua Umum PSSI

"Jadi kata Ibu Mega menceritakan kepada saya, dalam meja tingkatan pertama buku yang sudah dibaca. Tingkatan kedua buku yang belum dibaca, yang di bawah," sambungnya.

Ahmad Basarah juga menyampaikan, Bung Karno memiliki cara tersendiri dalam membaca setiap buku.

Setiap kali selesai membaca buku, kata Ahmad Basarah yang disampaikan Megawati Sukarnoputri, Bung Karno kerap menulis catatan kecil.Catatan tersebut menggambarkan bahwa seolah Bung Karno sedang berinteraksi langsung dengan sang penulis.

Baca: Sandiaga Uno Mau Tonton Film A Man Called Ahok Kalau Diundang

"Cara beliau membaca buku itu, dia selalu menberikan catatan-catatan sebagai koreksi. Jadi semacam dialog dengan penulisnya. Jadi setiap Bung Karno membaca, dia selalu memberikan catatan-catatan," beber Ahmad Basarah.

"Itulah cara Bung Karno, memperkaya khazanah pengetahuannya, yang kemudian kita sama-sama tahu, sebagai seorang yang berlatar belakang insinyur, karena Bung Karno kuliah di ITB, Bung Karno menguasai berbagai macam ilmu, berbagai macam ideologi," tambahnya.

Dalam kesemapat itu, turut hadir tokoh senior PDI Perjuangan Sabam Sirait, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Hilmar Farid, dan sejumlah tokoh lainnya. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved