Warga Hentikan Pemagaran Tembok Area Pasar Cisalak Oleh Pemkot Depok

Ratusan warga RT 03/06 dan RT 02/06, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok akhirnya kembali berhasil menghentikan pengerjaan pemagaran tembok.

Warga Hentikan Pemagaran Tembok Area Pasar Cisalak Oleh Pemkot Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Warga sekitar Pasar Cisalak, berjaga-jaga dan menghalau pekerja yang akan mengerjakan pemagaran tembok di sepanjang sisi jalan di depan rumah dan tempat usaha warga, Sabtu (17/11/2018). 

Sebelumnya penolakan pemagaran juga disampaikan warga dan pedagang di sepanjang Jalan H Uhan, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok, atau di sisi utara Gedung Pasar Cisalak.

Bentuk penolakan atas rencana tersebut dilakukan warga dan pedagang dengan memasang beberapa spanduk di sepanjang Jalan H Uhan.

Pesan di spanduk bertuliskan 'Kami Pedagang/Pemilik Toko/Kios dan Rumah Menolak Rencana Pemagaran Jalur H Uhan Pasar Cisalak Karena Kami Tidak Melanggar.

Mohon Pemagaran Dibatalkan Karena Melanggar Hak Asasi Manusia'

Dede Sumiyati, salah seorang warga dan pemilik kios di Jalan H Uhan, mengatakan rencana pemagaran sangat tidak masuk akal dan di luar nalar.

"Sangat tidak masuk akal dan diluar nalar jika dilakukan pemagaran di Jalan Uhan di depan kios kami. Ini sama saja hendak mematikan usaha kami," kata Dede.

Menurutnya rencana pemagaran jalan akan sangat merugikan warga di sana yang hampir seluruhnya memanfaatkan tempat tinggal mereka untuk berdagang.

"Kami sudah puluhan tahun tinggal dan berjualan di Jalan H Uhan ini. Tapi kenapa Pemkot Depok tidak pernah sama sekali memperhatikan nasib kami, bahkan hendak membunuh usaha kami," kata Dede.

"Kami ini adalah manusia dan bukan binatang. Masa tempat tinggal dan kios kami dipagar. Ini sangat tidak manusiawi," tambah Dede.

Menurutnya pemagaran dilakukan agar para pedagang di sana pindah ke Gedung Pasar Cisalak, yang baru dibangun Pemkot Depok dan diresmikan Agustus 2017 lalu.

"Kami sudah berusaha mendapatkan kios di Pasar Cisalak. Namun tidak pernah direspon sampai saat ini, bahkan dipersulit pihak UPT Pasar," katanya.

Pedagang lainnya, Haji Ojak memastikan semua warga dan pedagang di Jalan Uhan menolak rencana pemagaran yang akan dilakukan Pemkot Depok.

"Keberadaan kami disini tidak ilegal dan punya sertifikat lahan. Jadi rencana pemagaran itu jelas-jelas melanggar hak asasi manusia serta banyak kerugian yang akan kami dapat," katanya.

Kepala UPT Pasar Cisalak, Sutisna, mengatakan rencana pemagaran di sekeliling area Pasar Cisalak untuk memastikan batas lahan milik Pasar Cisalak.

Pemasangan pagar tersebut akan dibuat di areal lahan pasar yang berjumlah 950 meter persegi.

"Kami bersama Satpol PP, Bidang Aset, serta Disdagin Depok sudah melakukan sosialisasi ke warga pemilik lahan di sisi jalan dan pedagang. Untuk awal pengerjaan, pemagaran di lahan seluas 500 meter persegi,” katanya.

Pemagaran kata Sutisna bertujuan untuk meningkatkan proteksi pemerintah atas lahan pasar serta melancarkan akses keluar masuk kendaraan menuju pasar.

Di mana selama ini lahan jalan sering diserobot PKL di luar Gedung Pasar Cisalak.

“Ini juga cara kami menanggapi keluhan pedagang di dalam Gedung Pasar Cisalak yang sering kesulitan memasok barang karena kendaraannya terhalang lapak pedagang di luar yang menutup badan jalan,” katanya. (bum)

Tags
pemagaran
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved