Pelecehan Seksual Baiq Nuril

Hotman Paris Hutapea Akhirnya Bongkar Vonis Hakim Kasus Baiq Nuril: Tuhan Bebaskan Wanita Ini!

Hotman Paris Hutapea akhirnya membongkar salinan vonis majelis hakim kasus pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun.

Hotman Paris Hutapea Akhirnya Bongkar Vonis Hakim Kasus Baiq Nuril: Tuhan Bebaskan Wanita Ini!
Warta Kota
Hotman Paris Hutapea terjun membantu Baiq Nuril. 

Hotman Paris Hutapea akhirnya membongkar salinan vonis majelis hakim kasus pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun. Hotman Paris kini minta bantuan Tuhan YME.

HOTMAN Paris Hutapea, pengacara kondang, akhirnya membongkar vonis hakim kasus Baiq Nuril Maknun.

Hotman Paris Hutapea menunjukkan salinan putusan vonis Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat, terhadap Baiq Nuril Maknun.

Kasus pelecehan seksual Baiq Nuril justru kini menjadi terbalik.

Polisi tidak memproses hukum pelaku pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun, tetapi menjadi tersangka korban dan  kini divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) meski sebelumnya divonis bebas oleh PN Mataram.

Hotman Paris Hutapea melalui akun instagramnya pun marah dan protes.

Hotman Paris Hutapea kemudian mengunggah potongan salinan putusan PN Mataram yang bebas murni terhadap Baiq Nuril Maknun.

Baca: Begini Pandangan Putra Hotman Paris Hutapea Soal Kasus Baiq Nuril Maknun

Baca: Ridwan Kamil Minta Daftar 50 ASN Terbaik Tiap Kota Kabupaten untuk Dikirim ke Luar Negeri

Baca: Banjir Air Mata Baiq Nuril Minta Keadilan Presiden Jokowi karena Dia Dibui Merekam Aksi Mesum

Dalam penggalan salinan putusan majelis hakim PN Mataram disebutkan,  "... tidak ditemukan data-data terkait dengan maksud pemeriksaan," yaitu '... terkait dengan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan dan .... (tulisan tidak jelas) dokumenm yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan." 

Hotman Paris Hutapea memberi tanda lingkar pada satu alinea penggalan putusan majelis hakim PN Mataram tersebut.

Salinan putusan majelis hakim terhadap Baiq Nuril Maknun yang diberi tanda khusus Hotman Paris Hutapea berbunyi sebagai berikut : "menimbang, bahwa berdasarkan validasi bukti digital elektronik sebagaimana catatan data umum hasil pemeriksaan terhadap barang bukti digital Nomor 220-XII-2016-CYBER yang terdidi dari 5 (lima) sub barang bukti digital oleh Tim Pemeriksaan Digital Forensik pada Subdit IT & Cybercrime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (vide: halaman 3-4), dan Analisis Hasil Pemeriksaan terhadap 5 (lima) sub barang bukti digital... yang pada pokoknya telah diperoleh analisis, bahwa "tidak ditemukan data-data terkait dengan maksud pemeriksaan," yaitu '... terkait dengan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan dan .... (tulisan tidak jelas) dokumenm yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."

Hotman Paris Hutapea sendiri kemudian menulis status di akun instagramnya, Jumat (16/11/2018) siang ini yang menunjukkan kemarahan dan seperti putus asa melihat kejanggalan sampai dia pun minta bantuan Tuhan.

"Oh Tuhan jangan biarkan wanita hambamu ini di penjara! ( ini copi putusan pn yg bebaskan nuril) ! Please My God! Do something! Pleaseeeee muzizatmu!" ujar Hotman Paris Hutapea.

Hotman Paris Hutapea yang tengah berlibur bersama keluarga di Italia menulis lagi, "Ini hasil review keluarga hotman paris dari Milan Italia! Ayok semua Rakyat indonesia bersuara berjuangggg! Ini waktumu menolong yg lemah! Kasus Mbak Nuril."

Simak staus Hotman Paris Hutapea berikut ini.

Komentar Netizen terhadap Status Baiq Nuril Maknun

Pernyataan Hotman Paris Hutapea terkait kasus pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun yang kini jadi terpidana mendapat sejumlah komentar netizen.

yoga_mono@gustimraja sudah tak ada lagi

lisa_nasution1Maju terus bang @hotmanparisofficial membela yg benar

donny_satria26Calon Menkumham RI masa depan

akmalslipknotherssukses terus tulang @hotmanparisofficial

mario_indra654@hariyono_jo ada uang di balik palu

vapejenggotTolong push bang

dionmrafmangat bre

permatasarilenyBang @hotmanparisofficial tolong bantuin mbak nuril... Vonis yg g adil

fakdashiSikatttt!!!!

lovely_pasaribuAyoooo buat petisi

sitisyamsiahsetiawanSemoga saja si mbak bisa bebas. Kalau pun harus bayar denda 500jt. Kumpulin koin Rp. 100 buat bayarnya. Biar malu yang nuntut 500jt.

soekailMantap bang...semangat ibu nuril...

annidaismaAyok bang semangat !!!!!

eka_lia_febriantiTulang... we love u

melodydianaSayang bang hotman banget.. Tuhan selalu pakai bang hotman luar biasa dan Dapat menolong orang yg Lemah seperti mba nuril

Kronologi Kasus Baiq Nuril sampai Hotman Paris Hutapea Turun Tangan

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akan turun tangan membantu Baiq Nuril Maknun.

Baiq Nuril Maknun adalah seorang mantan pegawai honorer pada bagian Tata Usaha (TU) di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada 26 Juli 2017 silam, Baiq Nuril Maknun divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram atas kasus pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pelanggaran UU ITE yang dituduhkan kepada Baiq Nuril Maknun adalah tersebarnya rekaman telepon mesum Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, saat itu.

Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan.
Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan. (Kompas.com)

Namun, Baiq Nuril Maknun harus menerima kenyataan pahit setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB dengan vonis 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Publik pun merasa prihatin dan simpati dengan apa yang menimpa Baiq Nuril Maknun.

Baiq Nuril yang sejatinya menjadi korban pelecehan seksual oleh atasannya justru harus mendekam di balik jeruji besi.

Kasus Baiq Nuril Maknun akhirnya sampai ke telinga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Hotman Paris Hutapea menerima informasi kasus tersebut dari mantan suami Wanda Hamidah dan mantan kekasih Yuni Shara, Cyril Raoul Hakim atau Chico Hakim.

Informasi itu disampaikan Chico Hakim dengan menyebut atau 'mention' @hotmanparisofficial melalui unggahan akun Instagramnya @chicohakim, Rabu (14/11/2018).

"Saya harap bang @hotmanparisofficial melihat postingan saya ini dan kemudian tergerak hatinya untuk mendampingi mbak Nuril ini dalam mencari keadilan. Bagi followers yang membaca ini bantu saya bantu mbak Nuril ini dengan men-tag bang@hotmanparisofficial agar terbaca olehnya permohonan ini. Semoga keadilan tegak," tulis akun Instagram @chicohakim.

Hanya berselang beberapa jam setelah di-mention oleh Chico Hakim, Hotman Paris Hutapea langsung merespon unggahan tersebut.

Hotman Paris Hutapea baru akan dapat ditemui lagi sekitar satu minggu kemudian.

Sebab, saat ini dirinya masih berada di Italia.

Hotman Paris Hutapea Jalan-jalan ke Italia

Seperti diketahui, Hotman Paris Hutapea dan keluarganya berangkat ke London, Inggris, pada Sabtu (10/11/2018).

Keberangkatan Hotman Paris Hutapea dan keluarga adalah untuk menghadiri acara wisuda putra bungsunya, Fritz Paris Junior Hutapea yang lulus dari Law School Westminster University.

"Hotman di Italia dan mudah mudahan bisa temu pencari keadilan ini atau keluarganya di kopi joni tgl 22 nov 2018 jam 7 pagi! Yg kenal dia agar beritahu ini." Demikian tulis akun Instagram @hotmanparisofficial.

Kronologi Kasus Baiq Nuril Maknun

Berikut kronologi kasus yang menjerat Baiq Nuril Maknun yang diunggah oleh akun Twitter @safenetvoice, Selasa (13/11/2018):

Ibu Nuril, ex-guru honorer di SMAN 7 Mataram, sering menerima telepon bernada melecehkan secara seksual dari Kepala Sekolah tempatnya bekerja. Ia bahkan beberapa kali diajak menginap di hotel.

Suatu waktu, percakapan serupa dengan Kepsek berinisial M ini ia rekam. #SaveIbuNuril

Bu Nuril menyimpan rekaman ini, sampai ada rekan kerjanya, Imam Mudawin, yang meminta dan menyebarkannya kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram dan lainnya.

M pun dimutasi dari jabatannya. Tapi urusan belum selesai. Bu Nuril malah dilaporkan. #SaveIbuNuril

Kasus Ibu Nuril diproses polisi dan PN Mataram pada 2017. Ia bahkan sempat ditahan pada akhir Maret 2017 sebelum menjadi tahanan kota. #SaveIbuNuril

Divonis Bebas PN Mataram

Ibu Nuril dinyatakan bebas pada Juli 2017.

PN Mataram menilai perbuatan Ibu Nuril tidak melanggar UU ITE di pasal 27 ayat (1) sebagaimana dakwaan jaksa. Kasus ini tetap belum selesai.

Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi ke MA. #SaveIbuNuril

Enam Bulan Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Itulah jawaban MA untuk kasus Ibu Nuril saat ketok palu pada 26 September 2018.

Bu Nuril divonis bersalah dan melanggar Pasal 27 (1) UU ITE.

Ia dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan kesusilaan. #SaveIbuNuril

Ibu Nuril berupaya mencari keadilan untuk dirinya. Pak Presiden @jokowi, Ibu Nuril meminta keadilan, Pak.

Di sisi lain, kuasa hukum Bu Nuril sedang memproses untuk dilakukan PK (Peninjauan Kembali) atas vonis MA. #SaveIbuNuril

Salah satu bentuk solidaritas lain adalah membantu Ibu Nuril, meringankan bebannya untuk membayar denda yang divonis padanya. Donasi solidaritas bisa melalui (link: https://kitabisa.com/saveibunuril) kitabisa.com/saveibunuril #SaveIbuNuril

Walau Kuasa Hukum mengusahakan berbagai opsi, termasuk PK, untuk mencari keadilan untuk Ibu Nuril, vonis MA berarti hukuman yang dijatuhkan akan segera dieksekusi. Mari bersolidaritas. Mari peduli. Mari #SaveIbuNuril

Baiq Nuril Minta Tolong Presiden Joko Widodo

Sementara itu, Baiq Nuril Maknun hanya bisa menangis dan meratap tak berdaya menerima putusan MA terhadap dirinya.

Sambil terisak menahan sesak di dadanya, wanita yang berdomisili di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat itu meminta pertolongan kepada Presiden Joko Widodo.

Berkali-kali Baiq Nuril Maknun mengatakan bahwa dirinya hanya mencari keadilan. Sebab, ia adalah korban dari pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh sang Kepala Sekolah terhadapnya.

Permohonan Baiq Nuril Maknun kepada Presiden Joko Widodo itu diunggah dalam bentuk video oleh akun Twitter @safenetvoice.

"Untuk Pak Presiden, saya minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya, dengan cara-cara saya sendiri. Saya minta keadilan seandainya putusan MA itu yang paling tinggi. Apa tidak bisa dibatalkan oleh yang paling tinggi seperti Presiden. Saya cuman minta keadilan," ucap Baiq Nuril Maknun.

Akun Twitter @safenetvoice juga mengungkapkan bahwa ketika ditahan saat menjalani persidangan, Baiq Nuril Maknun berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke sekolah.

Bahkan, putra bungsu Baik Nuril Maknun yang bernama Rafi merasa sangat kehilangan sosok ibunya.

Oleh karena itu, Rafi pun kemudian juga menulis surat untuk Presiden Joko Widodo agar tidak menyuruh ibunya untuk pergi sekolah lagi.

"Kepada Bapak Jokowi. Jangan suruh ibu saya sekolah lagi. Dari Rafi." Demikian isi surat tersebut yang diunggah akun Twitter @safenetvoice, Rabu.

Penggalangan Dana Baiq Nuril Maknun

Berdasarkan penelusuran Warta Kota melalui laman kitabisa.com penggalangan dana untuk membantu Baiq Nuril Maknun dilakukan oleh Anindya Joediono sejak Selasa (13/11/2018).

Anindya Joediono mengaku sebagai Sekretaris Paguyuban Korban UU ITE (PAKU ITE) bersama SAFEnet, lembaga yang mendampingi Baiq Nuril Maknun.

Hingga Rabu (14/11/2018) pukul 23.59 WIB, total donasi yang telah berhasil dikumpulkan berjumlah Rp 70.996.113 yang berasal dari 509 donatur. Jumlah tersebut masih jauh dari yang diharapkan, yakni sebesar Rp 500 juta.

Berikut penggalangan dana untuk Baiq Nuril Maknun yang ditulis oleh Anindya Joediono:

Salam Hangat teman-teman di manapun berada,

Nama saya Anindya Joediono.

Baru-baru ini, kabar menyesakkan datang dari Bu Nuril, mantan pegawai Tata Usaha SMAN 7 Mataram.

Ibu Nuril adalah korban pelecehan seksual dari atasannya. Tapi, Mahkamah Agung justru menghukumnya ENAM BULAN PENJARA dan DENDA RP 500 JUTA. MA memutusnya bersalah dengan Pasal 27 ayat 1 UU ITE karena dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan kesusilaan.

Saya adalah seorang perempuan yang saat ini juga berhadapan dengan UU ITE dengan kasus serupa seperti yang dialami Bu Nuril. Ini adalah cermin institusi hukum kita yang lagi-lagi gagal melindungi perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual. Kami yang seharusnya dilindungi, malah dijadikan pelaku kriminalitas.

Saya tak ingin diam melihat Ibu Nuril dipenjara. Saya ingin mengajak Anda untuk berdiri bersama Ibu Nuril dengan mengangkat kasusnya dalam diskusi-diskusi, seminar atau panggung budaya di tempat kalian tinggal. Mari, bantu suarakan Bu Nuril yang berjuang mencari keadilan.

Jika belum mampu untuk melakukannya, saya di sini sebagai sekretaris Paguyuban Korban UU ITE (PAKU ITE) bersama SAFEnet, ingin mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama membantu Ibu Nuril membayar denda.

Jangan biarkan Bu Nuril dan keluarganya sendirian menanggung denda Rp 500 juta —jumlah yang tak kecil baginya. Mari menggalang solidaritas keadilan dengan berdonasi untuk membantu membayar denda tersebut.

CARA BERDONASI:

1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”

2. Masukan nominal donasi & pilih metode pembayaran (Transfer bank, Kartu Kredit, GO-PAY)

3. Transfer dengan menyertakan kode unik

4. Sebarkan link galang dana ini ke media sosial dan grup-grup WA anda.

Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved