Pilpres 2019

Gerindra-Partai Demokrat Tidak Kompak, SBY Turun Tangan

SBY meluruskan pernyataan AHY yang menyebut Partai Demokrat hanya akan memenangkan Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat

Gerindra-Partai Demokrat Tidak Kompak, SBY Turun Tangan
TRIBUNNEWS/RIZAL BOMANTAMA
Ketua Umum Partai Demokrat SBY berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, usai pertemuan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018) pagi. 

Muzani mengatakan bukan hanya Partai Demokrat yang mengalami kondisi seperti itu.

"Bahwa ada wilayah atau lokasi di mana itu bukan basis Prabowo-Sandi terus mengalami kesulitan untuk melakukan upaya-upaya mendapatkan kursi, saya kira itu bukan hanya problem demokrat, problem semua partai dan problem koalisi di sana juga," ujar Muzani di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018).

Muzani mengatakan itu merupakan bagian dari seni politik. Bagaimana para calon legislatif itu bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat bagaimanapun kondisi di daerah pemilihannya.

Muzani mengatakan partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf pasti juga mengalami kesulitan yang sama.

Sikap yang memberi keleluasaan kepada calegnya, kata Muzani, merupakan cara berpolitik Demokrat. Menurut Muzani, Gerindra tidak bisa memaksa Demokrat terkait hal ini.

"Tetapi kalau kami, sama sekali tidak memberikan toleransi (kepada caleg) dan sekali lagi ya terserah kepada Demokrat," ujar Muzani.

Muzani berpendapat situasi semacam ini merupakan risiko Pileg dan Pilpres yang digelar serentak.

Sejak awal, kedua pemilu ini dilakukan bersamaan agar misi presiden terpilih bisa sama dengan apa yang diperjuangkan legislator. Namun, hal yang terjadi kini adalah munculnya sikap-sikap pragmatis.

"Itu jelas tidak dimaksudkan dari keputusan pemilu bareng ini," ujar Muzani. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved