Pilpres 2019

Fahri Hamzah Ingatkan Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Laksanakan Pesan SBY

Fahri Hamzah mencermati konflik yang terjadi dalam koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Fahri Hamzah Ingatkan Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Laksanakan Pesan SBY
Instagram
Fahri Hamzah 

Palmerah, Warta Kota -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fahri Hamzah mencermati konflik yang terjadi dalam koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Fahri pun mendukung pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kunci kemenangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan berharap Partai Gerindra melaksanakan pesan SBY.

"Saya membaca keprihatinan pak @SBYudhoyono sebagai ketua umum partai @PDemokrat semalam. Cuitan itu Terkait komentar Sekjen partai lain tentang keseriusan beliau dan PD dalam membela Capresnya. Saya dari luar melihat sikap beliau cukup beralasan. #OposisiWaspada," tulis Fahri Hamzah lewat akun twitternya @fahrihamzah pada Jumat (16/11/2018).

Terdapat tiga poin yang dicatatnya terkait pernyataan terbuka SBY. Pertama, kicauan SBY menjadi pertanda jika Partai Demokrat yang merupakan bagian dari koalisi partai Gerindra-Demokrat-PAN-PKS menginginkan kemenangan dalam Pilpres 2019 mendatang.

Catatan kedua adalah pandangan SBY tentang peran kandidat sangat tepat. Sebab mustahil partai pendukung dapat memenangkan, melainkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno yang harus membangun histeria massa dengan mengkonsolidasikan segenap sumber daya, termasuk Partai Demokrat sebagai pendukung.

Terakhir adalah, keberadaan SBY yang menurut Fahri memberikan keuntungan kepada partai koalisi.

Karena diketahui SBY berpengalaman menjadi Capres dan memenangkan Pilpres sebanyak dua kali berturut-turut.

"Demikianlah, kalau kita ambil positifnya. Sisa waktu 5 bulan ini cukup untuk melakukan konsolidasi di pihak penantang. Sementara di pihak petahana terus nampak terkonsidasi dan tidak nampak ada perbedaan pandangan di antara mereka," tulis Fahri Hamzah.

"Catatan pak @SBYudhoyono sebaiknya jadi bahan diskusi kubu penantang agar pertarungan semakin berisi dan bermakna. Saya titip agenda kerakyatan. Saya titip agar petahana ditarik dalam perdebatan data dan realisasi janji. Demikian," tambahnya.

Sebelumnya, Tanggapan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani terkait pernyataan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berbuntut panjang. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan.

Lewat akun twitternya @SBYudhoyono; SBY meluruskan pernyataan AHY yang menyebut Partai Demokrat hanya akan memenangkan Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat, tetapi tidak ikut memenangkan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik & terus digoreng terpaksa saya respons. Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yg 'sembrono', justru merugikan," tulis SBY.

"Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung utk kampanyekan saya. Dlm pilpres yang paling menentukan 'Capres-nya'. Capres adalah 'super star'. Capres mesti miliki narasi & gaya kampanye yang tepat," tegasnya.

Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, rakyat ditegaskan SBY menginginkan visi dan misi masing-masing kandidat Capres dan Cawapres. SBY pun meminta seluruh pihak menginstropeksi diri, karena pertikaian antar Partai Koalisi tidak hanya akan merisaukan rakyat, tetapi para pendukung.

"Saat ini rakyat ingin dengar dari Capres apa solusi, kebijakan & program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Kalau 'jabaran visi-misi' itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi," tulis SBY.

"Terakhir, saya pikir tak ada satu pun partai politik (yang tak punya capres dalam pemilu serentak ini) yang tak utamakan partainya. Kalau Partai Demokrat yang terus diributin, para kader Demokrat tak perlu gusar & kecil hati. Go on. Kita tak pernah ganggu partai lain," tambahnya.

Sementara, dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi situasi di mana calon legislatif dari partai koalisi mengalami kesulitan memperoleh suara di lokasi bukan basis pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kondisi itu yang membuat Partai Demokrat membebaskan calegnya memasang strategi sesuai karakteristik daerah pemilihan masing-masing.

Muzani mengatakan bukan hanya Partai Demokrat yang mengalami kondisi seperti itu.

"Bahwa ada wilayah atau lokasi di mana itu bukan basis Prabowo-Sandi terus mengalami kesulitan untuk melakukan upaya-upaya mendapatkan kursi, saya kira itu bukan hanya problem demokrat, problem semua partai dan problem koalisi di sana juga," ujar Muzani di kompleks parlemen, Selasa (13/11/2018).

Muzani mengatakan itu merupakan bagian dari seni politik. Bagaimana para calon legislatif itu bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat bagaimanapun kondisi di daerah pemilihannya.

Muzani mengatakan partai pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf pasti juga mengalami kesulitan yang sama.

Sikap yang memberi keleluasaan kepada calegnya, kata Muzani, merupakan cara berpolitik Demokrat. Menurut Muzani, Gerindra tidak bisa memaksa Demokrat terkait hal ini.

"Tetapi kalau kami, sama sekali tidak memberikan toleransi (kepada caleg) dan sekali lagi ya terserah kepada Demokrat," ujar Muzani.

Muzani berpendapat situasi semacam ini merupakan risiko Pileg dan Pilpres yang digelar serentak.

Sejak awal, kedua pemilu ini dilakukan bersamaan agar misi presiden terpilih bisa sama dengan apa yang diperjuangkan legislator. Namun, hal yang terjadi kini adalah munculnya sikap-sikap pragmatis.

"Itu jelas tidak dimaksudkan dari keputusan pemilu bareng ini," ujar Muzani. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved