Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung

Analisa Hotman Paris Hutapea dan Fahri Hamzah Sama Soal Kasus Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung

Fahri Hamzah dan Hotman Paris Hutapea ternyata punya analisa yang sama tentang kasus Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung.

Analisa Hotman Paris Hutapea dan Fahri Hamzah Sama Soal Kasus Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung
tribunnews
Hotman Paris Hutapea dan Fahri Hamzah bicara soal kasus Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung 

POLITISI Fahri Hamzah ternyata memiliki pikiran yang sama dengan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea terkait kasus hukum Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung

Mahkamah Agung baru-baru ini mengeluarkan keputusan terkait kasus asusila Baiq Nuril yang membuat pro kontra di kalangan masyarakat sampai Hotman Paris Hutapea dan Fahri Hamzah ikut bicara. 

Bahkan Hotman Paris Hutapea memilih menyempatkan mempelajari kasus Baiq Nuril Vs Mahkamah Agung disela jalan-jalannya di Italia bersama ketiga anak dan istrinya. 

Sementara itu terkait putusan Baiq Nuril, Mahkamah Agung mengeluarkan pernyataan bahwa putusan itu sudah tepat.

Dikutip dari Kompas.com, juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi mengatakan, putusan kasasi Nomor 574 K/PID.SUS/2018 tertanggal 26 September 2018 terkait kasus Baiq Nuril Maknun yang dinyatakan bersalah telah sesuai dengan ketentuan hukum.

Putusan kasasi itu berisi tentang pembatalan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mataram Nomor 265/Pid.Sus/2017/PN Mtr, 26 Juli 2017.

 

Baca: Hotman Paris Hutapea Akhirnya Bongkar Vonis Hakim Kasus Baiq Nuril: Tuhan Bebaskan Wanita Ini!

Baca: Baiq Nuril Maknun dan Anaknya Kirim Surat Terbuka untuk Jokowi, Hotman Paris Diminta Turun Tangan

Hal itu disampaikan Suhadi menanggapi kasus Baiq Nuril Maknun, mantan pegawai honorer yang terancam masuk bui dan terkena denda Rp 500 juta.

Kasus Baiq Nuril Maknun Dinilai Sama Dengan Kasus Prita Mulyasari Sembilan Tahun Silam!
Kasus Baiq Nuril Maknun Dinilai Sama Dengan Kasus Prita Mulyasari Sembilan Tahun Silam! (kitabisa.com)

“Perbuatan terdakwa itu menurut majelis hakim dan fakta-fakta di persidangan memenuhi unsur-unsur dari dakwaan penuntut umum,” ujar Suhadi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/11/2018).

“Jadi transfer informasi melalui elektronik yang menyangkut tentang kesusilaan. Oleh sebab itulah karena terbukti yang bersangkutan dikenakan pidana,” lanjut dia.

Suhadi menjelaskan, terdakwa terbukti melakukan penyebaran informasi yang menyangkut tindakan kesusilaan.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 27 ayat (1) UU ITE 19 Tahun 2016 dengan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara.

“Dalam konteks kasusnya itu, dia (Baiq Nuril) yang melakukan transfer informasi elektronik,” kata Suhadi.

Kasus Baiq Nuril Maknun, mantan pegawai honorer yang terancam kembali dipenjara dan terkena denda Rp 500 juta akibat kasus ITE, mengundang simpati banyak pihak.

Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan.
Baiq Nuril menyatakan, untuk pak Presiden, saya cuma minta keadilan, karena saya di sini cuma korban. Apa saya salah kalau saya mencoba membela diri saya dengan cara-cara saya sendiri? Saya minta keadilan. (Kompas.com)

Baiq Nuril diputus bersalah setelah Mahkamah Agung (MA) memenangkan kasasi yang diajukan penuntut umum atas putusan bebas Pengadilan Negeri Mataram.

MA memutuskan Baiq Nuril bersalah telah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE karena dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Atas putusan tersebut, Nuril yang telah bebas terancam kembali dipenjara dengan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta.

Jika pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Kasus Nuril merebut simpati banyak pihak.

Sebab, Baiq Nuril merupakan korban dalam kasus pelecehan seksual. Dia merasa dilecehkan atas telepon dari Kepala Sekolah yang menceritakan mengenai kehidupan seksualnya.

Dia kemudian terjerat UU ITE karena dianggap telah menyebarluaskan rekaman pembicaraan itu.

Analisa Hotman Paris dan Fahri Hamzah

Terkait putusan tersebut, Hotman Paris Hutapea memposting analisanya terkait kasus Baiq Nuril. 

Hotman Paris Hutapea berbicara itu dengan latar belakang stasiun di Florence, Italia. 

Hotman Paris Hutapea ketika itu memang sedang dalam perjalanan dari Florence menuju Kota Milan. 

"Salam dari kereta api Florence menuju Milan. Kami sekeluarga sedang membaca berbagai bahan untuk memberi masukan sumbangan pemikiran kepada mbak nuril yang dihukum 6 bulan penjara oleh Mahkamah Agung," kata Hotman Paris Hutapea.

Hotman Paris Hutapea kemudian menyebut bahwa  pasal 27 UU ite ayat 1 mengatur pada dasarnya seseorang yang tanpa hak menyebarkan hal-hal yang asusila.

Hotman Paris Hutapea lalu menggarisbawahi kata seseorang yang tanpa hak dalam ayat tersebut. 

"Seseorang yang tanpa hak menyebarkan, pertanyaannya kalau dia adalah korban, apakah dia berhak? tentu berhak. Seseorang yang menjadi korban asusila,berhak mempublikasikan penderitaannya itu. Tidak ada niat untuk merugikan publik. Kalau korban bercerita itu dalam rangka membela diri, dan dia berhak membela diri" ujar Hotman Paris Hutapea

Rupanya Politisi Fahri Hamzah juga memiliki analisa dan dalil yang serupa dengan Hotman Paris Hutapea

Fahri Hamzah memposting hal tersebut dalam akun instagramnya @fahrihamzah. 

"Kepentingan yang satunya gimana. Orang ini dlecehkan. Sebagai mekanisme membela diri bisa dong. Jangan kemudian yang. misalnya orang tahap 1 dia dirampok. Perampokan juga tindak pidana. Lalu orang itu membela diri dengan menembak atau memukul. Ya kan. Jangan memukulnya dihukum, tapi peristiwa waktu dia dirampok tak dihukum," kata Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, Mahkamah Agung harus menjelaskan hal tersebut kepada publik. 

"Ya ini kan karena sudah di mahkamah agung nggak bisa lagi. Tapi ini harus dijelaskan loh. Tak boleh ada peristiwa hukum yang terjadi diam-diam tanpa diketahui nalarnya oleh publik. Publik harus menalar bahwa ini peristiwa hukum. Ini harus dijelaskan demi memperbaiki nama mahkamah agung," kata Fahri Hamzah

Hotman Paris Hutapea Bongkar Vonis Hakim Kasus Baiq Nuril

HOTMAN Paris Hutapea, pengacara kondang, akhirnya membongkar vonis hakim kasus Baiq Nuril Maknun.

Hotman Paris Hutapea menunjukkan salinan putusan vonis Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Nusa Tenggara Barat, terhadap Baiq Nuril Maknun.

Kasus pelecehan seksual Baiq Nuril justru kini menjadi terbalik.

Polisi tidak memproses hukum pelaku pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun, tetapi menjadi tersangka korban dan  kini divonis bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) meski sebelumnya divonis bebas oleh PN Mataram.

Hotman Paris Hutapea melalui akun instagramnya pun marah dan protes.

Hotman Paris Hutapea kemudian mengunggah potongan salinan putusan PN Mataram yang bebas murni terhadap Baiq Nuril Maknun

Dalam penggalan salinan putusan majelis hakim PN Mataram disebutkan,  "... tidak ditemukan data-data terkait dengan maksud pemeriksaan," yaitu '... terkait dengan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan dan .... (tulisan tidak jelas) dokumenm yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan." 

Hotman Paris Hutapea memberi tanda lingkar pada satu alinea penggalan putusan majelis hakim PN Mataram tersebut.

Salinan putusan majelis hakim terhadap Baiq Nuril Maknun yang diberi tanda khusus Hotman Paris Hutapea berbunyi sebagai berikut : "menimbang, bahwa berdasarkan validasi bukti digital elektronik sebagaimana catatan data umum hasil pemeriksaan terhadap barang bukti digital Nomor 220-XII-2016-CYBER yang terdidi dari 5 (lima) sub barang bukti digital oleh Tim Pemeriksaan Digital Forensik pada Subdit IT & Cybercrime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (vide: halaman 3-4), dan Analisis Hasil Pemeriksaan terhadap 5 (lima) sub barang bukti digital... yang pada pokoknya telah diperoleh analisis, bahwa "tidak ditemukan data-data terkait dengan maksud pemeriksaan," yaitu '... terkait dengan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau menstransmisikan dan .... (tulisan tidak jelas) dokumenm yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan."

Hotman Paris Hutapea sendiri kemudian menulis status di akun instagramnya, Jumat (16/11/2018) siang ini yang menunjukkan kemarahan dan seperti putus asa melihat kejanggalan sampai dia pun minta bantuan Tuhan.

"Oh Tuhan jangan biarkan wanita hambamu ini di penjara! ( ini copi putusan pn yg bebaskan nuril) ! Please My God! Do something! Pleaseeeee muzizatmu!" ujar Hotman Paris Hutapea.

Hotman Paris Hutapea yang tengah berlibur bersama keluarga di Italia menulis lagi, "Ini hasil review keluarga hotman paris dari Milan Italia! Ayok semua Rakyat indonesia bersuara berjuangggg! Ini waktumu menolong yg lemah! Kasus Mbak Nuril."

Simak staus Hotman Paris Hutapea berikut ini.

Komentar Netizen terhadap Status Baiq Nuril Maknun

Pernyataan Hotman Paris Hutapea terkait kasus pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun yang kini jadi terpidana mendapat sejumlah komentar netizen.

yoga_mono@gustimraja sudah tak ada lagi

lisa_nasution1Maju terus bang @hotmanparisofficial membela yg benar

donny_satria26Calon Menkumham RI masa depan

akmalslipknotherssukses terus tulang @hotmanparisofficial

mario_indra654@hariyono_jo ada uang di balik palu

vapejenggotTolong push bang

dionmrafmangat bre

permatasarilenyBang @hotmanparisofficial tolong bantuin mbak nuril... Vonis yg g adil

fakdashiSikatttt!!!!

lovely_pasaribuAyoooo buat petisi

sitisyamsiahsetiawanSemoga saja si mbak bisa bebas. Kalau pun harus bayar denda 500jt. Kumpulin koin Rp. 100 buat bayarnya. Biar malu yang nuntut 500jt.

soekailMantap bang...semangat ibu nuril...

annidaismaAyok bang semangat !!!!!

eka_lia_febriantiTulang... we love u

melodydianaSayang bang hotman banget.. Tuhan selalu pakai bang hotman luar biasa dan Dapat menolong orang yg Lemah seperti mba nuril

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved